Betul sekali pak Godlip. DPR itu jangan macam2 sok berkuasa. Presiden dan DPR 
sebaiknya saling respek dan janganlah DPR bersikap menentukan segalanya. 
Pemimpin negara ini adalah Presiden resmi pilhan rakyat, jadi sebaiknya DPR 
juga harus memikirkan kepentingan rakyat sebagai wakil yang dipilih rakyat. 
Saat ini DPR hanya memikirkan kepentingan individu masing2 supaya bisa tetap 
bertahan sampai 2009 di kursi empuk DPR. Semoga mereka menyadari bahwa kelakuan 
mereka kurang bijaksana.
   
  Salam
  BS

Godlip Pasaribu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Saya setuju Presiden hadir dalam rapat interpelasi
yang dijadwalkan Presiden, tetapi hanya untuk agenda
yang jelas berguna untuk rakyat, mis. kasus TKI di
Malaysia, Kasus Lapindo, masalah minyak goreng, dll. 
Jadi Presiden harus pintar-pintar untuk memilah mana
yang sungguh-sungguh menyangkut kepentingan rakyat
Indonesia atau bukan.

Coba kita lihat, sampai hari ini saya belum mendengar
komentar Anggota DPR mengenai penyiksaan TKI di
Malaysia yang jauh lebih perlu diperhatikan dari
nuklir Iran. 

Lagipula menurut saya apabila Anggota DPR ingin ketemu
Presiden, hendaknya atas motif yang benar-benar ingin
mendapatkan penjelasan dari Presiden dengan cara-cara
yang saling menghormati bukan untuk gagah-gagahan
ingin menunjukkan bahwa DPR itu berhak untuk bertanya
macam-macam bahkan kalau perlu memojokkan Presiden.
Salam.

Kirim email ke