Perusahaan besar di Kudus itu kan gak jauh dari Muria bukan ? Mungkin mereka
juga khawatir dengan rencana tersebut mengingat keluarga mereka juga banyak
di dekat sana tinggalnya ?

Dan seandainya saya yang dana besar, saya pun akan sumbangkan sedikit untuk
mendukung proses penolakan itu, walaupun saya tidak tinggal di sana. Karena
bila PLTN ini jadi dibangun di sana, siapa yang bisa menjamin, pemerintah
tidak akan membangun PLTN PLTN berikutnya di daerah lain. Dan bagaimana
kalau ternyata PLTN berikutnya itu dibangun dikampung halaman saya ?

Justru yang harus dipertanyakan itu mengapa Pemerintah yang katanya mengakui
PLTN ini memang memiliki tingkat resiko tinggi tapi masih ngeyel aja maunya
PLTN dibangun.

Kalau saya lihat, yang paling besar mendapat untung tanpa harus menanggung
resiko itu yah para pejabat yang sudah 99% pasti korupsi dan mereka yang
menjual teknologi Nuklir ke negara kita ini.

Rakyat untung ? Nanti dulu, memang setelah PLTN dibangun listrik turun atau
gratis ? rasanya kok ya gak mungkin. Kalau makin dinaikin, saya percaya.
Resiko, sudah jelas harus ditanggung Rakyat.



Regards,
Paulus T.


On 6/19/07, Samsidar Situmorang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pak Zakariya,
>
> Saya hanya berpikiran terbuka saja..apa itu salah?????
> saya juga tidak ingin pembangunan PLTN ini justru membawa petaka.
> namun yang saya persoalkan, demo dan kegiatan itu dengan adanya pihak
> ketiga yang
> 'berpartisipasi' tentu saja wajar dipertanyakan, ada apa ini????
> apa ada sesuatu yang disembunyikan dibalik itu??
> tentu wajar kan??...
> soal apakah semua warga Muria menolak kan tidak semuanya...tidak bisa dong
> 3000 orang berbaris
> teriak, teriak lantas mengklaim sebagai masyarakat Muria.. : )
> Nah, soal Bupati..dia kan memang punya kepentingan untuk jadi gubernur
> Jateng..
> soal walhi, greenpeace mereka sudah jelas kepentingannya memang soal
> lingkungan..
> namun, yang saya tidak mengerti kepentingan perusahaan2 besar di Kudus
> 'mensupport' kegiatan itu??
> jangan-jangan...???
> ======
> sudah menajdi hak masyarakat untuk bersuara atas kebijakan yang berkaitan
> dengan hajat hidup mereka
> namun jangan sampai masyarakat justru dijadikan 'martir' untuk kepentingan
> ekonomis para kapitalis..

Kirim email ke