Tidak ada negara terutama yang padat populasi yang jelas-jelas butuh banyak
energy untuk aktivitas kehidupan sehari-hari telah menutup semua reaktor
nuklirnya, yang ada adalah mengurangi. Kata kuncinya disini adalah bagi
negara yang sudah punya dan menguasi teknologi nuklir membuka dan menutup
reaktor nuklirnya adalah ibarat membuka dan menutup keran minyak bumi yang
dari sumur-sumur minyak. Kalau quota dan supply minyak untuk kebutuhan
negara pada suatu saat mencukupi maka anda tinggal memilih saja sumur mana
yang akan anda kurangi produksinya atau di nonaktifkan. Satu saat ada krisis
energy dan energy sumber lain belum cukup ekonomis untuk dimanfaatkan dlm
rskala besar, maka reaktor nuklir itu tinggal dibuka lagi atau malah kalau
perlu ditambah sekian buah. Ini berarti energy nuklir telah menjadi
alternatif beneran bagi mereka, bukan sekedar dalam benak. Kalau kita fikir
Amerika, Rusia dan Cina itu kurang apa dari segi kemampuan mengolah sumber
energy alternatif dibanding dengan kita? Kok mereka masih mau mencoba
membuat reaktor nuklir? Disini bisa dipahami karena mereka ingin membuat
segala alternatif energy menjadi alternatif yang bener-bener bisa wujud
ditangan mereka. Masalah apakah energy nuklir itu akan dipakai menjadi
sumber supply energy utama untuk negara pada saat sekarang, itu tergantung
keadaaan saja. Sama seoperti kalau anda punya pabrik beca, sepeda, motor dan
mobil. Nah anda tinggal memutuskan apa mau menyetop produksi mobil
untukkembali ke beca dan sepeda yang sehat ramah lingkungan atau mungkin
memberi komposisi yang sesuai untuk setiap jenis produk.The choice is yours.
Nah, apa yang mau dipilih kalau kita buat pabrik mobil pun tidak punya,
pabrik sepeda pun tidak cukup???
Faktor kematian terbesar di dunia adalah karena serangan jantung/kolesterol,
merokok dll, bukan karena radiasi nuklir. Itu berarti meskipun nuklir
mematikan tapi masih bisa dikontrol lebih gampang dari mengontorl bahaya
rokok. Selalu menyinggung-nyinggung kasus kebocoran nuklir Sovyet
(Chernobyl?) adalah tidak fair. Karena pada waktu itu Sovyet sangat tertutup
terhadap dunia. Mereka tidak mengijinkan lembaga pengawasan atom
internasional atau apapun namanya mengaudit reaktor dan manajemennya. Tentu
Indonesia kalau pun punya PLTN harus dipastikan mendapat pengawasan lembaga
internasional yang punya otoritas dan kepakaran dibidang ini.
Yang mesti diingat adalah besok lusa tidak ada negara yang akan baik hati
sedekah membagi gratis tenaga listrik atau energy apapun namanya ke negara
lain kalau satu saat ada krisis energy. Jadi kita tidak perlu menutup diri
untuk belajar menguasai teknology pengolahan energy apapun bentuknya (nuklir
hanya salah satunya).
SH
On 6/20/07, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Nuklir Bukan Alternatif Bagi Rakyat
>
> Sejak tahun 70-an, pemerintah terus ngotot untuk membangun Pembangkit
> Listrik Tenaga Listrik (PLTN). Tahun 1998, rencana pembangunan PLTN di
> Muria gagal akibat krisis ekonomi. Alasan krisis energi listrik terus
> dijadikan alasan oleh pemerintah untuk mempromosikan PLTN.
>
> Rencana pemerintah untuk membangun PLTN dapat dikatakan sebagai langkah
> mundur dalam pemilihan energi alternatif. Sebab, ketika di beberapa negara
> yang selama ini menggunakan tenaga nuklir berkeinginan menutup reaktor
> nuklirnya, justru pemerintah Indonesia baru berencana membangunnya.
>
> Amerika Serikat yag memiliki 110 buah reaktor nuklir atau 25,4% dari total
> seluruh reaktor yang ada di dunia, akan menutup 103 reaktor nuklirnya.
> Demikian halnya dengan Jerman, negara industri besar ini, juga berencana
> menutup 19 reaktor nuklirnya. Penutupan pertama dilakukan pada tahun 2002
> kemarin, sedang PLTN terakhir akan ditutup pada tahun 2021. Keadaan lain
> juga terjadi di Swedia, yang menutup seluruh PLTN-nya yang berjumlah 12,
> mulai tahun 1995. Sampai negara tersebut bebas dari PLTN pada tahun 2010
> mendatang.
>
> Sejarah PLTN di Indonesia
>
> Proses rencana pembangunan PLTN di Indonesia cukup panjang. Tahun 1972,
> telah dimulai pembahasan awal dengan membentuk Komisi Persiapan
> Pembangunan PLTN. Komisi ini kemudian melakukan pemilihan lokasi dan tahun
> 1975 terpilih 14 lokasi potensial, 5 di antaranya terletak di Jawa Tengah.
> Lokasi tersebut diteliti BATAN bekerjasama dengan NIRA dari Italia. Dari
> keempat belas lokasi tersebut, 11 lokasi di pantai utara dan 3 lokasi di
> pantai selatan.
>
> Pada Desember 1989, Badan Koordinasi Energi Nasional (BAKOREN) memutuskan
> agar BATAN melaksanakan studi kelayakan dan terpilihlah NewJec (New Japan
> Enginereering Consoltan Inc) untuk melaksanakan studi tapak dan studi
> kelayakan selama 4,5 tahun, terhitung sejak Desember 1991 sampai
> pertengahan 1996.
>
> Pada 30 Desember 1993, NewJec menyerahkan dokumen Feasibility Study Report
> (FSR) dan Prelimintary Site Data Report ke BATAN. Rekomendasi NewJec
> adalah untuk bidang studi non-tapak, secara ekonomis, PLTN kompetitif dan
> dapat dioperasikan pada jaringan listrik Jawa � Bali di awal tahun
> 2000-an. Tipe PLTN direkomendasikan berskala menengah, dengan calon tapak
> di Ujung Lemahabang, Grenggengan, dan Ujungwatu.
>
> Menarik Pelajaran dari Kasus Pencemaran/Kerusakan Lingkungan yang ada
>
> Dari kasus pencemaran Lingkungan yang dilakukan oleh Newmont, Pemerintah
> melalui Dept ESDM dan KLH terbukti tidak mampu menjalankan peran
> pengawasan yang efektif. Selalu ada toleransi dari pemerintah bagi
> korporasi yang telah/berpotensi melakukan pencemaran, seperti pembuangan
> tailing ke laut yang tidak memenuhi kedalaman yang aman. Rakyat jelas
> telah menjadi korban, namun perusahaan tersebut dibebaskan dari hukum
> (dibebaskan oleh PN Manado dan Kompromi KLH dengan Newmont dalam proses PN
> Jakarta Selatan). Justru Departemen ESDM bersama dengan Newmont sekarang
> balik menggugat organisasi lingkungan, dan penjatuhan hukuman terhadap
> Direktur Perkumpulan Kelola Rignolda J. membayar sebesar US $ 750 ribu
> (Keputusan PN Manado Agustus 2005).
>
> Kasus Lumpur Lapindo, sampai sekarang tidak terlihat ketegasan pemerintah
> terhadap perusahaan Lapindo yang nyata telah merusak lingkungan. Justru
> ITS yang lebih tegas dengan memberikan saknsi kepada mahasiswanya yang
> melakukan aksi terkait dengan aksi mereka menuntut pertanggungjawaban
> pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab dalam kasus lumpur Lapindo.
> Ironis...
>
> Pius Tumangger
=====================================================
Pojok Milis Komunitas FPK:
1.Milis komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari KOMPAS dan KOMPAS On-Line (KCM)
3.Moderator berhak mengedit/menolak E-mail sebelum diteruskan ke anggota
4.Kontak moderator E-mail: [EMAIL PROTECTED]
5.Untuk bergabung: [EMAIL PROTECTED]
KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/