Ada yang memang benar-benar memilih hidup single, contohnya, ada dosen
saya dan om saya sendiri yang memang ketika masa tuanya yang banyak
menolong adalah teman-teman dan murid-muridnya. Om saya dokter dan
memilih banyak teman daripada menikah. Banyak orang bilang itu bohong besar,
tetapi pernyataan seperti ini malah membuat para single yang memilih
hidupnya itu menjadi merasa dipojokkan. Dan jangan-jangan kita telah
melakukan diskriminasi pada orang-orang single ini.

Thursday, June 21, 2007, 2:21:24 PM, you wrote:

> Kalau menurut saya menikah itu cita-cita semua orang perempuan atau
> laki-laki. Apa ada seorang ibu yang bahagia melihat anaknya tidak
> menikah? No...... saya seorang Ibu dapat mengatakan cita-cita saya
> adalah menggendong cucu dari anak anak (laki-atau perempuan). Tidak
> pernah terbersit kalau pada suatu saat anak-anaku tetap melajang
> sampai tua. Tetapi seandainya itu terjadi, sayapun tidak akan marah
> kepada anaku..... karena garis hidup tiap orang itu berbeda. Jujur
> sajalah..............menikah, punya keluarga dengan anak-anak yang
> manis mesti dambaan setiap insan. Bohong kalau ada seseorang yang
> bercita-cita ingin melajang selamanya. Lha nanti kalau sudah tua
> siapa yang akan merawat kita kelak. Menikah itu indah lho, indah
> sekali. Tiada keindahan di dunia ini yang dapat menandingi hidup
> dalam sebuah pernikaha. Suer  ..... deh. Kalau ditukar dengan sebuah
> gunungpun saya tak mau untuk melepaskan keluarga saya.
> Jadi   itu pendapat saya , kalau ada yang berpendapat lain ya itu hak anda.
> Salam
> Ibu Reni

Kirim email ke