ibu reni,
poin saya adalah: jika anda percaya bahwa menikah itu
baik, silakan. dari awal saya hanya menyanggah
pernyataan anda bahwa semua orang pasti ingin menikah.
saya kira beberapa postingan rekan2 milis sudah
memberikan bukti yang membahntah pernyataan anda itu.
anda tidak bisa memaksa orang lain untuk memandang
dunia hanya dari kacamata anda.
masalah menurut anda anak wajib merawat orang tuanya,
silakan jika menurut anda begitu. tapi saya katakan
sekali lagi, jika saya punya anak, saya tidak akan
mewajibkan mereka untuk merawat saya kelak (tolong
bedakan antara tidak akan mewajibkan dengan tidak
membolehkan). dan, menurut saya, tujuan mempunyai anak
supaya ada yang merawat kita di hari tua kelak adalah
tujuan yang salah. kalau mereka memang sanggup, tidak
apa2, tapi kalau tidak, kenapa mesti maksa. don't be
such an egoist. itulah gunanya melakukan perencanaan
masa pensiun kita. saya sendiri tidak keberatan jika
nantinya harus tinggal di 'rumah jompo' atau
semacamnya.
Pernikahan adalah ibadah, itu saya tahu. tapi tolong
dicatat bahwa pernikahan bukan satu-satunya ibadah.
masih banyak ibadah lain yang dapat dilakukan untuk
mencari pahala. bahkan mungkin ibadah yang tidak bisa
dlakukan jika kita menikah.
saya sudah bilang bahwa banyak dari kita yang tdak
berpikir dan tidak sadar bahwa manusia punya plihan
dan hak untuk memilih. itulah yang menyebabkan orang
merasa seolah-olah tidak ada pilihan dan harus
mengikuti 1 garis lurus: sekolah-menikah-punya anak
ke1-anak ke2, dst. itulah yang dinamakan konstruksi
sosial. saya tidak katakan bahwa itu salah, tapi bahwa
sesungguhnya kita punya pilihan, dan hanya kita yang
tau apa yang terbaik bagi kita. itu yang saya alami,
seperti saya katakan bahwa dulu saya maunya menikah
setelah lulus kuliah, itu bukanlah karena saya benar2
ingin menikah, tp krn saat itu saya tidak berpikir.
anyway, kalau anda masih ngotot bilang bahwa semua
orang punya pikiran yang sama dng anda, lebh baik saya
akhiri diskusi kita di sini. yang penting kita sama2
tidak memaksakan pikiran kita ke orang lain.

-dhaniar-


Posted by: "reni renata" [EMAIL PROTECTED]  
mahreni_03 
Fri Jun 22, 2007 2:09 am (PST) 
Kenapa anda merasa bahwa menikah adalah memenuhi
tuntutan masyarakat? Menurut saya aneh. Bagi saya
menikah adalah suatu kodrat sebagai hamba Tuhan. Saya
mencintai pacar saya dan pacar saya mencintai saya
kemudian dia melamar saya dan menikah. Apakah itu
untuk memenuhi tuntutan masyarakat? No way...
Itu kesempatan untuk beribadah kepada Tuhan. Kenapa
tidak saya laksanakan?
Anda mengatakan bahwa anda berniat menunda pernikahan,
anda secara tidak sadar punya rencana untuk menikah
mbak......
Mengapa harus mengingkari?
masalah pada akhirnya anda memutuskan untuk tidak
menikah ya itu terserah anda. Tapi jangan mengingkari
suara hati nurani dong....
Semua pilihan ada resikonya... ......... ...
Masalah anda tidak mewajibkan anak anda untuk merawat
anda, menurut saya itu gak adil. kalau anak anda yang
baik ingin berbakti kepada orang tuanya dengan
bersedia merawat ibu atau bapaknya yang sudah tua
kenapa tidak..... ingat.. masih banyak anak yang punya
kehendak kuat untuk berbakti dengan merawat ortu di
hari tua. Otomatis anak-anak kita akan meneladani kita
mbak... itulah hukum sebab akibat.
Salam
Bu reni



       
____________________________________________________________________________________
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play 
Sims Stories at Yahoo! Games.
http://sims.yahoo.com/  

Kirim email ke