Salam Sejahtera,
Saya berharap agar tidak ada ulama dari Jepara yang berangkat ke Korea
Selatan dan Jepang.
Mudah-mudahan Mas Nuruddin Amin (sebagai ketua PCNU Jepara) tidak yang akan
diajak. Beliau juga saya harap bisa memberikan masukan kepada Pak Drs. Muhammad
Adnan, MA ( Ketua PWNU Jawa Tengah), agar diteruskan kepada Pak KH. Hasyim
Muzadi (Ketua PBNU) tentang kondisi real masyarakat Jepara. Banyak kekhawatiran
yang membayangi masyarakat Jepara.
Saya yakin para kyai Jepara akan berhati-hati menanggapi persoalan PLTN
Muria. Saya teringat pesan mbah KH. Ubaidillah Noor (Bandungharjo, Keling,
Jepara) rumahnya 5 km dari ujung watu dan ujung lemah abang, "Lha wong ngurusi
BLT --bantuan langsung tunai-- saja banyak masyarakat kami yang ribut karena
aparat kurang becus. Apalagi kalau ada PLTN, apa ya pemerintah bisa menangani
dengan baik?? Apa masyarakat mau dikorbankan lagi".
Bagaimanapun beliau-beliau pasti menggunakan diktum agama "Dar'ul Mafaasidi
Muqaddamun alaa Jalbil Mashaalihi" (Mencegah kerusakan harus didahulukan
daripada mengambil kemanfaatan). Mencegah terjadinya kebocoran radiasi harus
lebih didahulukan daripada menambah pasokan energi listrik 4000MW ke jaringan
Jawa-Madura-Bali yang berasal dari PLTN Muria.
Para kyai saya kira juga akan menggunakan diktum agama "Lisaanul Hal Afshahu
min lisaanil maqal" (Fakta jauh lebih shahih daripada teori). Faktanya pernah
ada kebocoran radiasi yang memakan banyak korban. Faktanya ada banyak
masyarakat Jepara yang menolak PLTN Muria. Forum Masyarakat Muria tanggal 5
Juni 2007 menolak PLTN. Faktanya ada kerusakan gen yang menurun ke generasi
yang lahir pasca kebocoran Chernobyl. Tentunya para kyai akan menggunakan
salah satu maqaashidul fiqh ; ad-dlaruriyatul khamsah : "Hifzun nasl"
(memelihara keturunan).
Mudah-mudahan tidak ada kyai Jepara yang berangkat ke Korea Selatan dan
Jepang. Sang Nabipun pernah bersabda, "Da' Maa Yariibuka ilaa maa laa
yariibuka".
Untuk mas Aam... saya hanya berpesan "Istafti Qalbaka" (dengarkan hati
nuranimu).
Salam Anti-PLTN
Zakariya Anshori
Warga Jepara Biasa
Dian Abraham <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Teman-teman,
Pertama-tama, maaf bila isu ini bukan sesuatu hal yang
menjadi kepedulian teman-teman semua.
Saya memperoleh undangan (terlampir) dari Kementerian
Riset dan Teknologi sebagai peserta kunjungan kerja
dalam rangka sosialisasi PLTN ke Korea Selatan dan
Jepang. Saya baru dihubungi per telepon oleh staf
Ristek hari Kamis, 14 Juni, dan undangan difax (via
IGJ, karena kami tidak punya fax) hari JumÂ’at sore, 15
Juni 2007. Saya baru baca kemarin sore, Senin, 18 Juni
2007.
Rencananya saya akan menolak undangan ini. Ada masukan
dari teman-teman, pro atau kontra, atau pandangan lain
dari kacamata yang 'apatis-nuklir', atau mungkin
usulan kegiatan untuk menyikapi apa yang dilakukan
pemerintah ini?
Terima kasih atas perhatian teman-teman.
Salam antinuklir,
Aam
____________________________________________________________________________________
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
http://searchmarketing.yahoo.com/
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
[Non-text portions of this message have been removed]