Adalah fakta bahwa Abu Dujana dkk mengabdikan seluruh aktivitasnya sebagai jihad...
Adalah fakta bahwa tim pengacara yg membela Abu Dujana dkk menyebut diri mereka sebagai 'Tim Pembela Muslim'.... Adalah fakta bahwa mereka melihat pihak-pihak tertentu yg menzalimi kaum muslim... Bagaimana kita sebaiknya memaknai fakta-fakta di atas? Tentunya dengan penuh kehati-hatian, berpikiran terbuka, & tidak emosional... Jauh sebelum peristiwa terorisme merebak seperti sekarang, Martin Luther King, Jr. mengatakan, 'must learn to live together as brothers or perish together as fools'... Mahatma Gandhi pun berujar, 'an eye for an eye will make us all blind'... Salam, Patrick Hutapea --- In [email protected], Tri Handoko Seto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > cuma kalau kita konsisten mengarah ke ideologis maka larinya akan kemana? ideologi apa? ideologi teroris apa ideologi agama? kasian sekali ya orang2 ini. merasa berjuang demi agamanya tetapi kawan2 seagamanya justru tidak mengakuinya. bahkan ketua mpr yg kiyai ndekik bbrp kali bilang bahwa para teroris itu adalah orang2 atheis. benarkah abu dujana seorang atheis? melihat curriculum vitaenya jelas dia seorang yg agamis. > > terus terang saya suka sekali dg pendapat jujur anda bahwa abu dujana, misalnya, adalah orang yg matang ideologis. tapi sekali lagi ideologi yg mana? dan apakah dg kematangan ideologis tersebut maka dg tenangnya seseorang bisa melakukan aksi2 pembunuhan? kalau iya, berarti ada yg salah secara mendasar dg ideologi tersebut. dan harus dimusnahkan dari muka bumi ini.
