Yth Bapak Ahmad Zauzi, saya sampaikan rasa hormat kepada Anda... saya menangis saat membaca posting anda... Itulah yang saya harapkan ketika saya mati kelak.... Sekali lagi............semoga dapat menyadarkan semua anggota milis ini, bahwa merawat orang tua di usia tua belum ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan oleh beliau kepada kita. Itulah karunia dan keindahan yang teramat indah kasih sayang yang abadi antara anak dan orang tua..... Salam hangat Bu Reni
----- Original Message ---- From: Achmad Jauzi <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, June 25, 2007 9:15:49 AM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Panti Jompo ? ? ? Terserah Saja Terserah buat yang menganut paham pro atau anti panti jompo...Alasan juga bermacam-macam : agama, fasilitas perawatan, waktu, ekonomi dan lain-lain... Saya hanya ingin berbagi pengalaman waktu merawat almarhum ayah yang meninggal saat berusia 70 tahun. Tidak terlalu tua memang, tapi 10 tahun diantaranya dihabiskan sebagai pasien stroke, dan setahun terakhir digerogoti penyakit kanker...Mungkin tidak ada yang istimewa karena semua anak yang merawat orangtuanya di saat udzur juga melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan...Hanya sedikit saja permintaanya yang mungkin nanti kalau saya berada pada kondisi yang sama juga akan saya lakukan, yaitu : 1. Di akhir hidupku aku ingin selalu berada dekat dengan orang-orang yang kucintai, obatku bukan yang diberikan dokter tapi senyum isteri, anak-menantu serta tawa para cucuku 2. Aku ingin kematian yang indah yaitu dikelilingi oleh orang-orang yang kusayangi yang membimbingku mengucapkan KALIMAT TAUHID dan membacakan ayat-ayat suci di telingaku sampai nafas terakhirku 3. Aku ingin dimandikan, dikafankan, dishalatkan, dan dikuburkan oleh anak-anakku 4. Tidak perlu ada upacara penghormatan militer dan tidak perlu dimakamkan di Kalibata Alhamdulillah, permintaan tersebut dapat kami laksanakan. Saat memandikan, kami menggunakan cara tradisional di kampung orang tua kami yaitu jenazah tidak diletakkan di atas tempat pemandian tapi dipangku oleh anak-anakya yang duduk berselonjor berhadap-hadapan. ..Air cucuran pemandian jatuh ke paha dan yang saya ingat adalah bahwa Ayah telah berkali-kali memandikan kami saat kami kecil (mengapa kami tidak mau memandikannya saat tua dan berbaring di tempat tidur karena uzur), dan memandikannya untuk terakhir kali saat beliau wafat ??? Setelah dimandikan dan dikafankan, Abang sebagai anak tertua memimpin Shalat Jenazah dan kami bertiga yang memasukkan jenazah ke liang lahat dan menutupnya dengan tanah yang kami cangkul sendiri... Kalau dibandingkan dengan apa yang telah Ayah lakukan, itu semua tidak ada apa-apanya.. . Untuk yang ingin meletakkan orang tuanya di rumah jompo silahkan saja...Tapi bagi keluarga kami jawabannya adalah : TIDAK AKAN PERNAH
