Yang gembar gembor selangit itu kan yang Menolak/Anti PLTN dengan berbagai 
macam cara..
Ini kan baru rencana, tentu tata ruang juga baru direncanakan.. Tetapi saya 
yakin di Batan sudah banyak studi terkait penempatan di Gunung Muria tersebut...

Salam
CH


----- Original Message ----
From: chairil sanie djailany <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, June 26, 2007 4:38:46 PM
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Tata Ruang PLTN Belum Dibuat









  


    
            Gembar-gembor sudah selangit eh ......taunya tataruang belum 
ada........nah lho!!!, jangan-jangan secara strategis memang pulau jawa gak 
pernah punya tataruang ya!?

   

  salam,

  csd



Agus Hamonangan <agushamonangan@ yahoo.co. id> wrote:

          http://www.kompas. co.id/kompas- cetak/0706/ 26/humaniora/ 3630365.htm

============ ========= ==



Jakarta, Kompas - Departemen Pekerjaan Umum menyatakan belum membuat

rencana tata ruang pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir atau

PLTN. Departemen PU masih menunggu masukan dari sektor-sektor terkait

tentang lokasi pembangunan PLTN tersebut.



"Dalam rencana tata ruang Pulau Jawa-Bali, yang segera ditetapkan

dalam peraturan presiden tahun ini, bahkan belum dicantumkan lokasi

pasti PLTN itu akan dibangun," kata Direktur Penataan Ruang Nasional,

Departemen PU, Ruchyat Deni Dj, Senin (25/6) di Jakarta.



Ruchyat mengatakan, pihaknya telah mendengar informasi dari berbagai

pihak mengenai rencana pembangunan PLTN di Muria, Kabupaten Jepara,

Jawa Tengah. Namun, tanpa tercantumnya rencana pembangunan dalam tata

ruang Pulau Jawa- Bali, lokasi PLTN itu dapat saja berubah.



"Minggu depan, kami akan mengundang Badan Tenaga Nuklir Nasional

(Batan) beserta akademisi bidang nuklir. Ini merupakan pertemuan

formal untuk membahas rencana pembangun PLTN, setelah ada beberapa

pertemuan informal," kata Ruchyat.



Dia mengatakan, perencanaan tata ruang hanya akan dibuat bila ada

kepastian proyek ini aman bagi manusia dan lingkungan, serta ada nilai

kelayakan secara ekonomis.



"Karena nuklir merupakan teknologi tinggi, pembuatan rencana

planologisnya juga akan rumit. Belum lagi kompromi dengan berbagai

kepentingan di sekitar lokasi pembangunan. Maka, penentuan lokasi

dapat saja bergeser-geser, " ujar Ruchyat.



Bila pembangunan direncanakan di Jepara, Departemen PU akan menanyakan

alasan utama pemilihan lokasi. Akan pula ditanyakan lokasi alternatif

pembangunan PLTN. Mengapa pula harus dibangun di Pulau Jawa yang

mempunyai kepadatan penduduk relatif tinggi dibandingkan dengan pulau

lain di Indonesia.



Salah satu materi dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang

Penataan Ruang mengatur tentang Kawasan Strategis Nasional, di

dalamnya termasuk pembangunan PLTN. "Maka selain perencanaan secara

makro, Departemen PU juga akan membantu detail perencanaan dalam

lokasi atau site," kata Ruchyat.



Detail perencanaan akan dibuat bersama Batan atau praktisi nuklir,

sebagai salah satu syarat internasional pembangunan PLTN. (RYO) 

Kirim email ke