SBY menangis tidak akan menyelesaikan masalah lumpur lapindo akan 
berhenti menyembur dan SBY menangis juga tidak akan menyelesaikan 
masalah masyarakat korban lumpur lapindo. Yang dibutuhkan sekarang 
ketegasan SBY untuk membayar kontan dan lunas kepada masyarakat 
korban lumpur lapindo. Dan penanganan lumpur lapindo harus matang 
dalam penangannya, bukan untuk uji coba saja. Masyarakat korban 
lumpur lapindo sudah satu tahun lebih hidup penuh ketidak pastian, 
tinggal di pasar yang sumpek hingga menimbulkan stress dan depresi. 
Aburizal Bakrie mau tidak tinggal di pasar satu minggu saja, agar 
bisa merasakan seperti korban lumpur lapindo.

salam

yudi

[EMAIL PROTECTED]
--- In [email protected], "Agus Hamonangan" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0706/25/utama/3628527.htm
> =====================
> 
> Bogor, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menangis saat
> mendengar paparan mengenai masalah yang lebih dari satu tahun 
dialami
> belasan ribu korban lumpur panas Lapindo Brantas Inc di Sidoarjo, 
Jawa
> Timur, di kediamannya di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, 
Jawa
> Barat, Minggu (24/6).
> 
> Setelah menangis itu, Presiden Yudhoyono berjanji akan turun gunung
> mengatasi permasalahan korban.
> 
> Paparan mengenai permasalahan korban lumpur Lapindo disampaikan 20
> wakil warga yang difasilitasi penulis Emha Ainun Nadjib untuk bisa
> bertemu langsung dengan Presiden Yudhoyono. Setelah pertemuan 
tertutup
> sekitar 90 menit, Emha yang berpakaian serba gelap langsung pergi.
> 
> "Kami sangat terharu, Bapak Presiden setelah kemudian melihat
> permasalahan dan penderitaan yang kami alami, dan melihat kenyataan
> belum jelasnya realisasi dari janji-janji, beliau sampai menangis,"
> ujar Wakil Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Jatirejo Khoirul 
Huda
> seusai bertemu Presiden.
> 
> Khoirul yang bertugas sebagai juru bicara warga memberikan 
keterangan
> di halaman Masjid Al Istiqomah yang berjarak sekitar 300 meter dari
> Puri Cikeas Indah. "Semoga ini pertanda baik bagi korban lumpur
> seluruhnya," ujar Khoirul.
> 
> Turun gunung
> 
> "Secepat-cepatnya Presiden akan turun gunung. Turun gunung adalah
> bahasa beliau," ujar Khoirul Huda.
> 
> Tidak dijelaskan apa arti turun gunung itu. "Ada satu rantai 
informasi
> yang terputus. Apa yang didengar Presiden selama ini berbeda dengan
> realitas di lapangan. Untuk itulah Presiden akan mengecek realitas
> sebenarnya," ujar Rahmat, wakil warga yang juga diterima Presiden. 
Ia
> mencoba menjelaskan arti turun gunung itu.
> 
> Menurut Khoirul dan Rahmat, kepada Presiden, wakil warga telah
> menyerahkan "segepok" pernyataan warga yang minta realisasi dari 
janji
> pemerintah untuk memberikan ganti rugi langsung tunai secara 
bertahap,
> yakni 20 persen dan 80 persen.
> 
> Mereka yang diterima Presiden di kediamannya di Cikeas mengklaim
> mewakili 94 persen keluarga korban lumpur panas Lapindo yang 
berjumlah
> 10.478 keluarga. (INU)
>


Kirim email ke