Walaupun kita semua menekan tombol OFF di remote control tv, saya tidak
yakin kalau sinetron2 aneh itu akan hilang. Karena saat ini yang mendorong
pertumbuhan sinetron itu kan RATING.

RATING itu sendiri Formulanya sangat tidak jelas. Saya kok ya yakin kalau di
antara rekan-rekan media sendiri pun tidak ada yang tahu pasti bagaimana
angka RATING itu muncul.

Selain masalah rating, moral produser pun ikut berperan. Lihat saja
bagaimana kita semua tahu pasti hampir semua sinetron baru yang muncul
adalah hasil jiplakan dari drama seri luar negeri. Dan bukan sekali dua kali
hal itu di bahas di media, tapi tetap saja mereka tidak ada yang merasa malu
tuh.


Regards,
Paulus T.


On 6/29/07, ari aristides <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Selama ini nampaknya memang sebagian besar sinetron-sinetron dan beberapa
> program lain yang ditayangkan di televisi-televisi Indonesia gak punya
> sumbangan untuk mencerdaskan pemirsanya. Sebaliknya program2 tersebut justru
> lebih banyak meracuni pemirsanya (misalnya: berisi sadisme, eksploitasi
> seksual dan gilanya gak sedikit sinteron yang merupakan hasil jiplakan dari
> film luar negeri).
>
> Namun ironisnya, meski sudah banyak kritikan atau bahkan kecaman dari
> berbagai pihak, tak ada satu lembaga pun yang punya kekuatan tegas untuk
> mengontrol tayangan-tayangan beracun tersebut. (KPI mana?)
>
> Maka sebelum ada lembaga yang tegas mampu mengontrol tayangan-tayangan
> beracun, kekuatan untuk menghentikan tayangan beracun ada diujung jari kita.
> Jangan tonton tayangan-tayangan beracun. Bila semua TV secara bersama-sama
> menyajikan tayangan beracun, maka bersama-sama pula kita harus tekan tombol
> OFF di remote control tv kita.
>
> Salam...
> Ari Aristides

Kirim email ke