Kalau belum mampu terus bertahap bagaimana Bu ?

maksudku  impor bahan baku dulu lalu jadi bahan jadi yg benrilai tambah , 
masih lebih baik drai pada nggak berbuat apa apa.

Tentu bagus kalau kita mampu bikin sendiri..


Takutnya mengharak pungguk di bulan , punai di tangan dilepas.


sekedar be realistic..

Tapi tentu secara bertahap , kalau bisa ya bikin sendiri..

Khususnya kalau   hal itu amat strategis...

Saya rasa didunia ini, nggak ada satu negarapun yang membuat semuanya sendiri.

Saya selalu bingung kalau, impor bahan baku selalu disamakan dgn kerugian 
.. dan buang devisa.

Lain lagi kalau impor barang jadi... kalaubahan baku.. kan masih diberikan 
nilai tambah.. dan buka langan kerja..

Di negara  penghasil Cadbury nggak ada pohon kakao lho.. dan mrk sejahtera 
aja mengekspor coklat cacao ke negara kita.


Di Singapore nggak ada minyak bumi,.. tapi mereka enak aja mengolah  dan 
mengekpsor minya..

Salam



At 04:40 PM 06-07-07, you wrote:

>memerlukan ketekunan tetapi analisis yang menyangkut
>uji morphologi, ketahanan termal, distribusi pertikal
>dll (ini yang mahal). Nah sekarang kita harus dapat
>mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia
>untuk dapat digunakan sebagai bahan awal (prekursor
>tadi). Jangan sampai kita impor bahan baku, itu sih
>sama saja menghabiskan devisa negara.
>Salam
>Bu Reni

Kirim email ke