Kok menurut saya menginjak bendera merah putih harus selalu bisa 
ditafsirkan lunturnya semangat kebangsaan Indonesia.., tapi mungkin tidak 
semangat kebangsaan  negara yg dilambangkan bendera lain.., misal bintang 
kejora atau bendera RMS atau GAM.

Bagaimanapun sy sependapat dgn Mas Manneke.. jalan keluarnya bukan me Munir 
kan" pelakunya.. Pe Munir  an merupakan lambang kesewenangan si pembunuh.


Saya juga setuju  bahwa banyak hal lain yg seharusnya dikerjakan dalam 
kerangka cinta kita kepada bangsa, dismaping secara jelas menunjukkan 
ketidak setujuan thd penistaan lambang negara utamanya oleh yang kita 
anggak orang Indoensia..

Tapi nyatanya rasa kebangsaan memang merosot,


Sedih melihat ketika kemarin sy menghadiri wisuda sebuah univiersitas 
dimanaacara  di buka oleh Indonesia Raya , sekitar   5 persen 
hadirin  tetap duduk.. nggak malu  ya jadi minoritas..:(

Bagi sy kalau dia\ nggak beridiri , tapi dalam keseharaiannya nggak 
menggerogoti bangsa misalnya dengan korupsi atau semena mena mengendarai 
kendaraan di jalan raya, masih O K .lah. ehh.. tapi kebanyakan paling 
paling melakukan hal yang juga menyatakan ketidak cintaannya..Jadi kan dua 
kali salah...



Salam

Haniwar

At 12:27 PM 06-07-07, you wrote:

>Pak Wan,
>
>Mencintai & menghormati lambang negara tidak berarti mencintai &
>menghormati negara 'per se'....
>
>Menginjak-injak bendera negara sendiri belum berarti melunturkan
>semangat kebangsaan.....
>
>Yang diperjuangkan para pendahulu kita bukan bendera, tapi berdirinya
>suatu bangsa yg bernegara! Bukan simbol kenegaraannya!!
>
>Simbol adalah simbol...Ia hanya bersifat seremonial....
>
>Salam,
>
>Patrick Hutapea

Kirim email ke