Pertanyaanya saudara pra_jar, 

mana yang lebih dekat dan besar tanggung jawabnya terhadap hutan Papua? 
Pemerintah Cina atau pemerintah Indonesia?
Kalau kita, orang indonesia, mau menuntut pertangung jawaban, siapa yang lebih 
pantas kita tuntut, lebih konkrit kita tuntut, lebih dulu kita tuntut, 
pemerintah cina atau pemerinta indonesia?
Apakah kita mau teriak-teriak atau demonstrasi di jalanan mengutuk pemerintah 
cina karena membeli kayu ilegal dari indonesia, sementara oknum dari pemerintah 
indonesia ada yang terlibat dalam praktek perusakan hutan di indonesia dan 
dalam praktek penjualan kayu ilegal ke cina?
Tidak banyak yang bisa kita buat terhadap pemerintah cina yang menutup mata 
tersebut, tapi ada banyak hal yang bisa kita buat terhadap pemerintah kita yang 
menutup mata.
Paling-paling pemerintah cina akan bilang:
wah, gak tahu kalau kayu itu ilegal.
atau dia akan bilang: salah sendiri loe mau jual, ya gua beli.
Nah, mau apa kita?
Tapi ya sah-sah saja, kalau Telapak dan LSM Lingkungan di Indonesia menyoroti 
cina. Itu juga baik. Tapi jangan lupa, lampu sorotnya juga diarahkan pada 
kenyataan di negara sendiri.

Salam
Mulyadi

pra_jar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Bung Hendra 
Bujang,
 Saya setuju bahwa masalah pengrusakan hutan di Papua bukan semata-
 mata karena adanya permintaan kayu dari  China untuk kepentingan 
 Olimpiade Beijing. Karena perdagangan ilegal logging memang 
 melibatkan banyak pihak dalam jaringan multinasional. Dari mulai 
 Indonesia, dan negara-negara yanng dilalaui seperti Singapura 
 Malaysia, dan Hongkong juga terlibat dalam memuluskan jalan 
 penyelundupan kayu ke China. Bagaimana kayu ilegal tersebut bisa 
 mendapatkan dokumen yang seolah-olah legal. Peran aparat kita sudah 
 pasti juga sangat besar dalam masalah ini. Namun satu hal yang 
 menjadi sorotan Telapak dan LSM lingkunngan lainnya adalah bahwa 
 penguasa komunis China sepertinya mentup mata terhadap banyaknya 
 kayu ilegal yang masuk ke negaranya. Karena mereka memamng sangat 
 membutuhkan kayu-kayu itu untuk prasarana Olimpiade. Bahkan tidak 
 ada lembaga berwenang yang mengawasi masalah ini, sebagaimana 
 direkomendasikan dalam MoU dengan RI pada 2001 lalu tentang 
 pencegakan penyelundupan kayu liar itu. Jadi andil penguasa China 
 disini juga cukup besar dalam pengrusakan hutan Papua. Masalah ini 
 tentu harus kita kritisi juga. Pemerintah RI dan juga penguasa China 
 harus bertanggungjawab.
 
 salam
 
 

Kirim email ke