Setuju sekali dengan pendapat Bpk Stephanus Mulyadi.
   
  Kita mau tuntut siapa? China? Singapore? Hongkong? Memangnya mereka datang 
kesini dan main tebang pohon2 kita? Lucu sekali........Wong salah sendiri dan 
tidak bisa atur negara!!!! Pada saat pohon2 ditebang, diselundupkan melalui 
jalur darat dan air, pabean dll....pada kemana tuh petugasnya? siapa yang kasih 
ijin lewat? masak kayu berton2 lewat jalan kagak disetop polisi? Supir truk 
bermuatan barang lewat jalan umum aja pasti distop apalagi bawa kayu 
gelondongan berton-ton!!!!! 
   
  Korupsi merajalela, koruptor bebas berkeliaran, hukum amburadul, yang benar 
jadi salah yang salah jadi benar?????????? so, mau tuntut siapa? Lebih baik 
cepat2 benahi negara ini dengan niat yang benar dan tulus sebelum 
terlambat.......
   
  Seperti kasus penjualan pasir ke Singapura, ngapain teriak2 ke Singapuran 
stop pembelian pasir legal or ilegal????? itu kan bodoh sekali!!!! Tangkap si 
penjual pasir, hukum seberat-beratnya dan tutup usaha mereka!!!!! selesai kan? 
Jika kita berani tegas, saya yakin tidak akan ada yang berani melakukan 
penyeludupan lagi!  
   
  Sama dengan kasus penjualan kayu2 papua, tangkap donk subyek pelakunya dan 
backing2-nya!!! Koq malah teriak2 keluar????? Lempar batu sembunyi tangan?????
   
  Masih banyak kasus2 lain yang muncul namun tidak tahu hasil "ending"-nya......
   
  Di China, jika ketahuan korupsi si koruptor pasti ditembak mati! Kenapa? Jika 
tidak ditembak mati, besok2 si koruptor akan makin bersemangat untuk korupsi 
dan semakin gila! Disini............? Kenapa 
   
  Dalam konteks riil, harus bisa membedakan mana "YANG BENAR" dan "YANG 
SALAH"..Perbedaan tersebut sangat tipis.....
   
   
  stephanus Mulyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Pertanyaanya saudara pra_jar, 

mana yang lebih dekat dan besar tanggung jawabnya terhadap hutan Papua? 
Pemerintah Cina atau pemerintah Indonesia?
Kalau kita, orang indonesia, mau menuntut pertangung jawaban, siapa yang lebih 
pantas kita tuntut, lebih konkrit kita tuntut, lebih dulu kita tuntut, 
pemerintah cina atau pemerinta indonesia?
Apakah kita mau teriak-teriak atau demonstrasi di jalanan mengutuk pemerintah 
cina karena membeli kayu ilegal dari indonesia, sementara oknum dari pemerintah 
indonesia ada yang terlibat dalam praktek perusakan hutan di indonesia dan 
dalam praktek penjualan kayu ilegal ke cina?
Tidak banyak yang bisa kita buat terhadap pemerintah cina yang menutup mata 
tersebut, tapi ada banyak hal yang bisa kita buat terhadap pemerintah kita yang 
menutup mata.
Paling-paling pemerintah cina akan bilang:
wah, gak tahu kalau kayu itu ilegal.
atau dia akan bilang: salah sendiri loe mau jual, ya gua beli.
Nah, mau apa kita?
Tapi ya sah-sah saja, kalau Telapak dan LSM Lingkungan di Indonesia menyoroti 
cina. Itu juga baik. Tapi jangan lupa, lampu sorotnya juga diarahkan pada 
kenyataan di negara sendiri.

Salam
Mulyadi

Kirim email ke