Gaji 3.5 jt kok kayaknya bagi si Ibu gak ada artinya ya... karna dia bilang " cuma ". Kalau kita pandai bersyukur jumlah itu besar loh, dan kalau kita lihat ke bawah... masih banyak keluarga yg berpenghasilan jauh dibawah itu, mungkin kalau melihatnya selalu ke atas, ya..akibatnya jadi banyak hutang. Kalau penghasilan kita 3.5jt, ya.. harusnya pengeluaran tidak melampui jauh dari itu. ( tahu dan ngerti kondisi diri lah.. ) Menurut saya, hutang / kesusahan itu dibikin sendiri... Ya...jadi bingung sendiri.. Maaf kalau kata2 saya menyinggung hati. Jual semua asset yang kita punya ( mis. kendaraan, perhiasan, tape recorder, dvd dll ) kalau gak punya..... ? istilahnya, lebih baik rumah kosong melompong tapi hati tenang dari pada terus dihantui hutang, toh yang kita jual bukan barang2 kebutuhan pokok. Kalau saya, tidak terlalu berharap akan bantuan keluarga untuk menutupi hutang akibat kecerobohan kita sendiri, malu lah..hasil hutang kita nikmati sendiri...giliran bayar hutang nyusahin orang !! Kalau minta batuan keluarga untuk makan atau bayar sekolah misalnya..masih mau deh..dan keluarga juga pasti ngerti, tapi kalau buat bayar hutang ?!!
Salam Rizka ----- Original Message ----- From: Goenardjoadi Goenawan To: [email protected] Sent: Tuesday, July 10, 2007 4:47 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] seorg ibu rmh tangga,apakah ada solusi u/kami... Saya 36th, seorg ibu rmh tangga,apakah ada solusi u/kami... suami saya 43th bekerja diperusahaan mini box gaji cuma 3,5jt/bln, tiap bulannya kami hrs membyr cicilan kredit tanpa agunan sebesar 8jt tiap bulannya....jadi suami saya putus asa dan pelarian ke judi di internet...akhirnya hutang kami makin menumpuk... dan tiap blnnya kami hrs mencari uang 15 jt u/membayar cicilan, saya ingin sekali meringankan beban keluarga, usaha apa yg bs saya lakukan dirmh krn skrg mau memulai suatu usaha jg perlu modal dan kejelian... dulu sy pernah bekerja di bagian export/import, u/bekerja lagi saya hrs menunggu anak saya agak besar dan sdh bs ditinggal dgn pembantu Melihat mslh diatas,apa msh ada solusi u/kami? kdg sampai terlintas apa kami kabur aja krn sdh tdk sanggup memikul beban tiap bulannya. Saya ada membaca cerita yg Bapak tulis di Majalah ...uang hayalah ilusi...tapi hutang kami tiap bulan bukan ilusi tapi benar2 hrs kami bayar setiap bulannya..atau debt collector yg akan menteror kami tiap bulannya... Mohon solusinya. Sekian dan terima kasih Jawab: saya memahami problem anda. Begini bu, langkah-langkah yang perlu Ibu ambil adalah sebagai berikut: 1. Jangan berputus asa. Lupakan dulu sejenak masalah suami ibu, dan tenangkan diri, dan hitunglah, berapa jumlah hutang yang harus Ibu tanggung, dibandingkan dengan asset yang ibu miliki, misal hutang dengan cicilan 15 juta, mungkin total hutang Rp 100 juta. Berapa asset yang Ibu miliki? apakah bisa menutupi? bila ya, maka Ibu segera minta pertolongan kepada Saudara-saudara. Misalnya beberapa menyumbang Rp 25 juta. Mungkin ini bisa meringankan beban Ibu, dengan jaminan asset Ibu. Ingat bu, masalah Ibu hanyalah sementara saja, bukan akhir segalanya. Hidup masih panjang. 2. Rubahlah hutang anda menjadi pinjaman lunak [tanpa bunga]. Pelajari jenis-jenis hutang. Jangan hutang jangka pendek [KTA] digunakan untuk jangka panjang [bisnis], namun gunakan sebaliknya, hutang jangka panjang [misal hutang kepada Investor] dibayar dalam bentuk saham atau bagi hasil. Hutang yang sifatnya jangka pendek [jelek]: - kartu kredit - KTA - pinjaman bank, KPR - rentenir - pegadaian - hutang pada tetangga Hutang yang sifatnya jangka menengah / panjang [bagus]: - hutang dagang, piutang, account payable - pinjaman syariah - hutang kepada saudara / keluarga Financing / pembiayaan [lebih bagus]: - saham - investasi bagi hasil - franchise 3. Pikirkan mengenai langkah untuk mendapatkan bantuan, jalan, dukungan dari orang lain, yang mampu membuat anda dan suami bisa memperoleh income. Gunakan income itu untuk mencicil pinjaman. semoga Ibu dikuatkan, salam, Goenardjoadi Goenawan Penulis buku BEST LIFE penerbit Elex Media Komputindo terbit 1 Juni 2007
