Rekan Lisman

Rasanya sulit untuk menuntut itu dari mereka yang tidak bersekolah.
Reaksi pertama mereka adalah melarikan diri
Tentu hal ini bukan karena tidak memiliki hati nurani, tapi "sekolah
lapangan"  yang mereka dapatkan mengajarkan seperti itu, lha sekolah
pengemudi angkutan umum khan tidak ada, buku pelajaran dan latihan
prakteknya juga tidak ada (di Indonesia, TEMPAT latihan itu hanya ada 2,
itupun tidak dioperasikan)

Jadi pelajaran yang  mereka dapatkan dari seniornya adalah....
Walaupun akhirnya akan tertangkap juga.

Kecuali semua data yang diberikan kepada polisi dan pengusaha nya BODONG.
Mereka bereaksi seperti itu karena pengalaman mereka karena ketidak jelasan
penangan mereka antara lain;
        digebuki seperti copet yang ketahuan.
        kalau sudah ditahan, tidak jelas urusannya, yang pasti jadi miskin.
        perlakukan ditahan lebih parah daripada koruptor.
Kalau dengar2 sih, saat mereka melarikan diri itu biasanya mereka langsung
cari dukun atau paranormal untuk meminta perlindungan...kurang lebih seperti
itu lah.
Ini kata mereka lho.

Rudy Th 
 

-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Lisman Manurung
Sent: 13 Juli 2007 14:09
To: [email protected]
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Peniadaan Pintu Sopir Bus

Kalau para sopir kembali menjadi manusia dan bukan sebaliknya, sehingga
berniat menolong penumpang gimana dong...

Kirim email ke