Pak Rudy,
Sebetulnya yang jadi soal adalah kenapa instruksi tsb harus berlaku 
sedemikian cepat.
Peniadaan pintu supir bertentangan dg PP no 44 tahun 1993 (Kendaraan 
& Pengemudi) pasal 81 ayat 1 yang menyebutkan "Setiap ruang 
pengemudi dan ruang penumpang harus mempunyai pintu masuk dan/atau 
pintu keluar". Efektifkah suatu instruksi Dirjen bila jelas 
bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi?
Mohon informasi bus yang tanpa pintu supir tsb dibuat di karoseri 
mana & dioperasikan dimana? Seharusnya kalau bus tsb buatan 
Indonesia tidak akan keluar "IMB" nya karena menyalahi PP di atas. 
Kecuali kalau bus tsb bus bekas impor yg memang tanpa pintu supir.

Sukarnoto

--- In [email protected], "Rudy Thehamihardja" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Rekan Sukarnoto.
> 
> Peniadaan Sopir bus itu memang kurang bisa dimengerti oleh halayak 
umum.
> Tapi untuk para pengemudi atau Kenek, hal itu sangat terasa 
bermanfaat.
> 
> Saya pernah mendengar sendiri kenek yang berkomentar sangat 
positif setelah
> melihat bus yang tidak ada sopirnya, dan komentar sebaliknya dari 
pengemudi.
> Menariknya para kenek itu berkomentar"nah sekarang sopir tidak bisa
> menjadikan saya sebagai bemper lalu melarikan diri". Komentar sang 
sopir
> "wah kalau gini harus hati2".   Ini fakta di lapangan.  Jadi kalau 
seorang
> dirjen menyampaikan apa yang dia dengar dari pelaku selain 
pertimbangan2
> lain yang kurang dimengerti masyarakat pada umum nya, tentu sah-
sah saja.
> Banyak pertimbangan teknis dan keselamatan lainnya untuk 
pertimbangan
> keputusan itu.
> 
> Suatu design produk kadang-kadang akan memiliki dampak psychologis 
yang baik
> bagi manusia.  Memang kadang-kadang karakteristik manusia tidak 
bisa
> dimengerti, contohnya kalau kita lihat tingkah pengemudi di jalan 
yang
> lingkungan nya bersih, marka jalan jelas, dan semua tertata
> rapih....tiba-tiba dia akan mengemudi dengan tertib 
(thamrih).....pengemudi
> yang sama datang dari hayam wuruk....walaupun marka jalan ada tapi
> lingkungan tidak nyaman ....mengemudikannya pun berbeda.....ini 
yang saya
> maksud faktor design yang bisa mengubah karakter dari seseorang.
> 
> Banyak hal yang perlu dilakukan untuk keselamatan, memang benar, 
> Yang paling mendasar .......saya rasa kita-kita ini belum pernah 
melihat
> sekolah mengemudi untuk bus atau truck..... 
> Nah kalau sekolah nya saja tidak ada, belajarnya bagaimana? 
> 
> Mudah2an bisa membantu, senang kalau bisa menjawab keraguan anda.
> 
> 
> Rudy Th  


Kirim email ke