Oleh NINOK LEKSONO
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0710/24/utama/3938199.htm
=====================


"Pada saatnya nanti seluruh dunia akan memiliki akses ke layanan yang
ada di internet." (Vint Cerf, salah satu pencipta internet, Seoul, 2007)

Dalam edisi 2.12 Desember 1994, jurnal Wired menurunkan laporan
tentang para pendiri internet. Laporan itu diturunkan untuk mengenang
25 tahun kehadiran internet. Sebenarnya yang diperingati pada waktu
itu ialah instalasi simpul pertama arpanet, pendahulu internet (Katie
Hafner, Wired, "The Creators").

Di antara nama besar para pendiri ada Bob Taylor, ahli psikoakustik
yang menjadi Direktur Program Riset Komputer di Departemen DARPA
(Defense's Advanced Research Project Agency) tahun 1966. Saat itulah
ia mendapat ide untuk menghubungkan komputer-komputer dalam jaringan.

Awalnya, dengan mendapatkan berbagai situs riset untuk berbagi sumber
daya komputasi, Taylor berharap bisa menghemat sejumlah uang. Padahal,
sebenarnya dengan itu Taylor akan meletupkan satu revolusi.
Beruntunglah ada Charlie Herzfeld, atasan Taylor saat itu, yang
menjabat sebagai Kepala ARPA dan mengendalikan dana. Ia menyukai ide
Taylor dan memberinya 1 juta dollar AS untuk membangun jaringan
eksperimental.

Sesudahnya ada Larry Robert, pionir dalam jaringan komputer di
Laboratorium Lincoln MIT, yang dianggap sebagai satu-satunya ilmuwan
di AS yang bisa mewujudkan jaringan dimaksud. Lalu ada Wes Clark,
ilmuwan komputer berbakat, yang mengusulkan interface message
processor (IMP).

Di antara nama lain terdapat sekelompok mahasiswa UCLA, yakni Vint
Cerf, Jon Postel, Steve Crocker, dan Bill Naylor yang bekerja untuk
menghubungkan IMP pertama dengan komputer pusat universitas. Crocker
mengepalai Network Working Group, upaya terorganisasi pertama untuk
mengembangkan standar dan protokol bagi arpanet dan—kemudian—internet.
Cerf dan Kahn melanjutkan pengembangan apa yang kini menjadi ciri khas
internet, yakni transmission control protocol/internet protocol
(TCP/IP). Mereka bekerja untuk menjadikan TCP/IP sebagai standar
satu-satunya di antara bahasa komunikasi pada pertengahan 1980-an.

Dalam riwayat pendek itu, Cerf dipandang sebagai Si Tua, karakter
utama yang oleh banyak kalangan dianggap sebagai bapak sejati
internet. Sejak 1991 ia menjadi Presiden Internet Society, organisasi
internasional yang mencurahkan diri bagi evolusi dan penyebaran
berkelanjutan internet.

Kini internet dipandang sebagai satu kisah sukses pascamodern, yang
jadi tumpuan jutaan orang di dunia untuk mengerjakan berbagai urusan
pribadi, bisnis, dan pekerjaan lainnya.

Meluas ke antariksa

Setelah kini merambah ke berbagai penjuru dunia, internet
diproyeksikan akan meluas ke angkasa luar, wilayah yang sebelumnya
tidak terdapat jaringan. Inilah yang diprediksikan Vint Cerf.

Seperti dilaporkan Jun Kwanwoo (AFP/Jakarta Post, 18/10), Cerf
mengatakan, internet "antarplanet" ini akan mengakses informasi dan
mengontrol eksperimen yang berlangsung di tempat jauh dari Bumi.

Kalau sampai internet meluas ke tata surya, akan diperlukan aturan dan
regulasi baru. Saat berbicara di Seoul pekan lalu, Cerf menambahkan
bahwa dirinya dan sejumlah pakar lain kini sedang mengerjakan sejumlah
standar yang dirancang untuk memandu komunikasi internet era angkasa luar.

"Akhirnya internet bisa membawa kita ke wilayah yang sebelumnya tidak
ada jaringan," ujar Cerf, yang kini menjadi Wakil Presiden Google.

Untuk mewujudkan proyek baru ini, Cerf bekerja dengan kelompok
insinyur di Jet Propulsion Laboratory di California dan bertekad
merampungkan bagian kunci komunikasi antariksa seperti yang ia lakukan
untuk internet dulu dalam tempo tiga tahun.

Seperti dituturkan Cerf, standar baru dibutuhkan karena jarak yang
harus ditempuh amat besar, yang dalam proses komunikasi melintasi
antariksa ini juga ada kelambatan (delay) waktu. Kalau perkiraan Cerf
benar, pada tahun 2010 akan ada satu pilar (backbone) antarplanet guna
membantu misi robotik atau berawak dengan komunikasi yang kokoh.

Perkembangan pesat

Cerf amat takjub dengan perkembangan eksplosif temuannya itu dalam
satu dekade terakhir, dan ia menduga hal itu akan terus berlanjut.
Dilaporkan bahwa pertumbuhan pengguna internet dalam dekade terakhir
mencapai 20 kali sehingga kini ada sekitar 1,2 miliar pengguna pada
tahun 2007.

Sementara itu, jumlah server meningkat dari 22,5 juta menjadi 489
juta. Atas dasar itu, kata Cerf, pada satu saat nanti seluruh dunia
akan memiliki akses terhadap layanan yang ada di internet.

Menyangkut pertumbuhan internet, salah satu yang mencengangkan adalah
angka di Asia, yang kini mencapai 436 juta pengguna. Ini mengalahkan
Eropa yang baru mencapai 321 juta, dan Amerika Utara dengan 233 juta,
padahal wilayah terakhir ini merupakan tempat kelahiran internet.

Dengan begitu banyaknya pengguna internet di Asia, pada saatnya nanti
content internet akan lebih banyak berisi informasi menggunakan bahasa
selain Inggris.

Dengan perkembangan yang ada, satu tantangan yang kini dihadapi
internet adalah kelangkaan alamat. Dewasa ini internet hanya bisa
menyediakan 4,3 miliar alamat. Jumlah tersebut kelewat banyak untuk
dekade 1970-an, tetapi kini tidak mencukupi. Cerf yang juga mengepalai
ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers), badan
pengelola nama dan alamat domain internet, kini sedang mempersiapkan
sebuah format baru yang bisa mengakomodasi 340 triliun-triliun-triliun
alamat.

Akhir Oktober ini pimpinan ICANN akan bertemu membahas perluasan
jumlah karakter yang digunakan pada nama domain internasional (IDN)
seperti .com dan .net yang sekarang ini hanya bisa menampung karakter
Latin dan Romawi. Cerf berharap kira-kira pada pertengahan pertama
2008 orang bisa mendaftar IDN dengan bahasa lain selain Latin.

Sebagai penganjur internet, Cerf juga memvisikan bahwa ke depan akan
muncul miliaran alat yang mampu berinternet (internet-enabled),
termasuk alat rumah tangga seperti pesawat televisi, radio, peralatan
dapur, mesin faksimile, printer, kulkas, dan juga timbangan kamar mandi.

Melihat arah tersebut, sungguh luas perkembangan internet di masa
depan. Karena itu pula, peluang pemanfaatannya pun akan lebih luas
lagi. Dewasa ini internet dilihat sebagai infrastruktur—bisa
diperbandingkan sebagai jaringan telepon di masa lalu—yang di atasnya
bisa ditumpangi berbagai ragam layanan nilai tambah yang meningkatkan
kemanfaatan dan peluang bisnisnya. 

Kirim email ke