Pembangunan Koridor Bus Transjakarta Dipercepat http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0710/24/metro/3938538.htm ======================
Jakarta, Kompas - Kemacetan yang kembali membelit Jakarta menyebabkan para pengusaha mengalami penurunan omzet 20 persen sampai 60 persen. Jalan-jalan yang macet membuat pembeli enggan memasuki kawasan itu. Kerugian akan membesar seiring dengan peningkatan kemacetan seusai liburan. Menurut Affandi, pedagang suku cadang mobil di Jalan Panjang Raya, Jakarta Barat, Selasa (23/10), kemacetan yang terjadi di kawasan tempatnya berusaha menyebabkan omzet penjualannya turun sekitar 20 persen. Saat ini penurunan omzet masih fluktuatif karena lalu lintas di Jalan Panjang belum terlalu macet seperti sebelum Lebaran. "Jika kemacetan sudah kembali seperti sebelum mudik, penurunan omzet saya dapat mencapai 50 persen. Penurunan omzet itu dapat membuat saya bangkrut jika terus terjadi sampai awal 2008," kata Affandi. Penurunan omzet juga diungkapkan beberapa pemilik usaha di ruas jalan antara perempatan Cempaka Putih hingga perempatan Cawang. Kemacetan parah akibat pembangunan jalur bus transjakarta Koridor X Cililitan- Tanjung Priok menyebabkan pedagang harus rugi sampai 60 persen. Mardi, pedagang buah di kawasan itu, mengungkapkan, di puncak kemacetan, omzet penjualannya tidak lebih dari Rp 200.000. Padahal, sebelum jalanan menjadi terlalu macet, omzet penjualannya Rp 500.000, bahkan lebih. "Kemacetan memaksa kami mengurangi jumlah barang dagangan atau menanggung kerugian lebih besar akibat buah yang membusuk. Pelanggan enggan memasuki kawasan macet ini jika hanya untuk membeli buah," kata Mardi. Menurut John, pembeli buah yang kebetulan ditemui, kawasan yang sangat macet membuatnya kesulitan mencari tempat parkir dan susah untuk kembali ke badan jalan. Tidak ada pengendara yang mau memberikan jalan kepada pengendara lain jika sudah sangat macet. Menanggapi kemacetan yang kembali membelit Jakarta, Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Wishnu Subagyo Yusuf mengatakan, pekerjaan pembangunan Koridor VII, IX, dan X sedang dipercepat. Pengecoran pada malam hari dan pemasangan pembatasan jalan pada siang hari terus dikerjakan oleh pekerja. Pembangunan yang paling cepat adalah di Koridor X Cililitan- Tanjung Priok. Dari rencana panjang jalur 22,67 kilometer, badan jalan beton yang sudah dibangun mencapai 80,87 persen. Di koridor IX Pinang Ranti- Pluit, dari rencana sepanjang 37,177 kilometer, jalan yang sudah dibangun mencapai 61,62 persen. Sementara pengerjaan yang paling lambat berada di Koridor VIII Lebak Bulus-Harmoni. Dari rencana 27,64 kilometer, baru 43,14 persen yang sudah dibangun. Dinas perhubungan akan menyiapkan rambu-rambu yang diperlukan untuk memandu pengendara memasuki atau tidak memasuki jalan beton yang baru dibuat. Penanda batas jalan juga sedang dikerjakan agar pengendara di badan jalan raya tidak menyerempet jalur bus transjakarta. Limas-limas berwarna oranye juga diletakkan di tepi jalan bus transjakarta sebagai penanda tepi. "Pelandai jalan akan dicat putih atau kuning sebagai tanda kawasan itu dapat dimasuki. Badan jalan yang belum boleh dimasuki karena belum terlalu keras akan diberi penghalang," kata Nurachman, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto meminta masyarakat agar kembali menata pola waktu aktivitas seperti sebelum bulan puasa. Pola aktivitas yang tidak bersamaan membuat beban volume lalu lintas menjadi tidak besar dan kemacetan tidak terlalu parah. Berdasarkan pengamatan Kompas kemarin, alat-alat berat untuk pengerjaan proyek jalan yang menempati sepertiga badan jalan di kawasan Gajah Mada juga mengganggu arus lalu lintas. (eca/nel)
