Karikatur bung Jitet ( yg saya kenal coretannya pertama kali lewat majalah 
HUMOR, masih terbit nggak sich ? ) di harian KOMPAS hari ini mestinya menggugah 
kesadaran kita akan betapa repotnya pejabat kita bila menyangkut urusan (orang) 
luar negeri, namun masalah rumah tangga bangsa sendiri justru dipandang sebelah 
mata. 
   
  Tiap hari program berita tv kita menyiarkan soal “Awas Kelud”, sementara 
krisis Lapindo tidak berkategori “awas” kecuali pas tanggul penahan bocor. 
Musim ramai2 mengumpulkan dukungan parpol, rakyat dicuekin dulu sebelum masa 
kampanye betulan digelar. Ikon2 budaya bangsa kita dipreteli negara tetangga 
pun terkesan tidak ditindaklanjuti serius. 
   
  Sehubungan dengan kedatangan presiden Palestina, wacana Indonesia hendak 
melakukan hubungan diplomatic dengan Israel mengemuka kembali. Kalau benar ini 
terjadi, wah siap2 dech demonstran turun ke jalan meski mungkin mereka sendiri 
nggak ngerti urgensinya apa untuk berunjukrasa tersebut, demi membela agama 
tertentu atau kemanusiaan ? Kalau demi agama rasanya terlalu naïf, sedangkan 
kalau atas nama kemanusiaan, kok saudara sebangsa setanah air sendiri macam 
TKI/TKW malah tidak diperjuangkan nasibnya ?
   
   
  NB : kenapa yach film “Evan Almighty” nggak masuk pasar bioskop Indonesia ? 
Padahal film prekuelnya “Bruce Almighty” yg dibintangi Jim Carrey nggak ada 
problem tuch.

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke