Daripada buang-buang duit buat kasih pengertian ke rakyat Indon... eh, 
maksudnya, rakyat Indonesia, lebih baik anggarannya dipakai buat kasih 
pengertian ke rakyat Malaysia supaya tak lagi pakai istilah "Indon". Wong yang 
disebut Indon gak seneng kok. Ya udah diganti ajalah. Aslinya juga "Indonesia" 
kan, bukan "Indon"?
   
  Nanti di Indonesia orang akan ikut-ikutan jahil menyebut Malaysia dengan 
istilah "Malas" lho. Mau enggak?
   
  Mau aja deh, supaya DPR Indonesia bisa usul ada anggaran untuk memberi 
pengertian ke orang Malaysia supaya tak tersinggung dengan sebutan "Malas."
   
  Cuma becanda. Jangan ada yang tersinggung ya. Nanti perlu bikin anggaran lho 
:))
   
  manneke

Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          http://www.kompas.com/ver1/Internasional/0710/24/095625.htm
======================

KUALA LUMPUR, RABU - Panggilan "Indon" bagi WNI di Malaysia mencuat di
Parlemen Malaysia, Selasa malam (23/10), ketika sedang membahas
anggaran kegiatan parlemen negara jiran ini.

Anggota parlemen Sri Aman, Jimmy Donald, mencuatkan isu ini karena 
Indonesia merasa terhina dan dipermalukan dengan panggilan Indon,
padahal panggilan itu tidak ada maksud dan prasangka apa pun. 

"Rakyat Malaysia tidak berniat merendahkan martabat dengan panggilan
seperti itu," katanya sebagai dikutip Berita Harian, Rabu. "Rakyat
Malaysia tidak prejudis(berprasangka, buruk red) terhadap warga
Indonesia," kata Jimmy. 

"Saya diinformasikan bahwa rakyat Indonesia, termasuk pemimpin dan
menterinya sangat sensitif dan tidak suka dipanggil Indon," tambah
dia. "Ada tidak usulan anggaran untuk memberi pengertian supaya mereka
(Indonesia) menyadari kita bukan prejudis dan merendah-rendahkan
mereka?" katanya.

Dr Rahman Ismail, anggota parlemen dari Barisan Nasional untuk wilayah
Gombak, mengatakan perlu adanya anggaran untuk menjelaskan hal itu
kepada rakyat Indonesia terkait panggilan Indon.

Dr Rahman turut mendesak Kerajaan Malaysia untuk segera bertindak
membendung prejudis rakyat Indonesia terhadap Malaysia yang dianggap
sebagai sombong. 

Tuduh media RI 

Rahman menuduh media massa di Indonesia sering melakukan provokasi
terhadap rakyatnya dan menuduh Malaysia tidak akan maju atau tidak
bisa memiliki lapangan terbang KLIA, Sepang, jika tidak ada pekerja
Indonesia.

"Malaysia sering dikecam dan diputarbelitkan media di Indonesia dengan
isu remeh dan kecil. Jika perkembangan ini tidak dipantau, ini akan
mewujudkan kebencian di kalangan rakyat Indonesia," katanya.
Bagaimanapun, hubungan kedua negara berjiran itu masih baik. (ANTARA/wsn)

Copyright 2006 Kompas Group



                         

       
---------------------------------
Ask a question on any topic and get answers from real people. Go to Yahoo! 
Answers. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke