Kalo orang punya salah ada aja cara ngelesnya. Masa sih media Indonesia yang 
disalahin? karena menurut saya Media-Media di Indonesia sudah cukup baik 
menyajikan beritanya dan porposioanl sesuai dengan kasus yang ada (kecuali  
jurnalis infotainment yang udah keluar jalur sok mo ikut2an paparazzi barat). 
Hidup Media Cetak Indonesia......

  ----- Original Message ----- 
  From: Agus Hamonangan 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, October 24, 2007 10:31 AM
  Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Parlemen Malaysia Bahas kata "Indon"


  http://www.kompas.com/ver1/Internasional/0710/24/095625.htm
  ======================

  KUALA LUMPUR, RABU - Panggilan "Indon" bagi WNI di Malaysia mencuat di
  Parlemen Malaysia, Selasa malam (23/10), ketika sedang membahas
  anggaran kegiatan parlemen negara jiran ini.

  Anggota parlemen Sri Aman, Jimmy Donald, mencuatkan isu ini karena 
  Indonesia merasa terhina dan dipermalukan dengan panggilan Indon,
  padahal panggilan itu tidak ada maksud dan prasangka apa pun. 

  "Rakyat Malaysia tidak berniat merendahkan martabat dengan panggilan
  seperti itu," katanya sebagai dikutip Berita Harian, Rabu. "Rakyat
  Malaysia tidak prejudis(berprasangka, buruk red) terhadap warga
  Indonesia," kata Jimmy. 

  "Saya diinformasikan bahwa rakyat Indonesia, termasuk pemimpin dan
  menterinya sangat sensitif dan tidak suka dipanggil Indon," tambah
  dia. "Ada tidak usulan anggaran untuk memberi pengertian supaya mereka
  (Indonesia) menyadari kita bukan prejudis dan merendah-rendahkan
  mereka?" katanya.

  Dr Rahman Ismail, anggota parlemen dari Barisan Nasional untuk wilayah
  Gombak, mengatakan perlu adanya anggaran untuk menjelaskan hal itu
  kepada rakyat Indonesia terkait panggilan Indon.

  Dr Rahman turut mendesak Kerajaan Malaysia untuk segera bertindak
  membendung prejudis rakyat Indonesia terhadap Malaysia yang dianggap
  sebagai sombong. 

  Tuduh media RI 

  Rahman menuduh media massa di Indonesia sering melakukan provokasi
  terhadap rakyatnya dan menuduh Malaysia tidak akan maju atau tidak
  bisa memiliki lapangan terbang KLIA, Sepang, jika tidak ada pekerja
  Indonesia.

  "Malaysia sering dikecam dan diputarbelitkan media di Indonesia dengan
  isu remeh dan kecil. Jika perkembangan ini tidak dipantau, ini akan
  mewujudkan kebencian di kalangan rakyat Indonesia," katanya.
  Bagaimanapun, hubungan kedua negara berjiran itu masih baik. (ANTARA/wsn)

  Copyright 2006 Kompas Group



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke