Rekan-rekan FPK,
Disiplin dan sikap "tau malu" itu tidak diturunkan secara genetic,
juga tidak akan terwujud dengan "himbauan", melainkan mau tak mau
HARUS DIKONDISIKAN!! Nyaris tidak ada jalan lain. Puluhan warga
eropa barat (penduduk Indonesia) yang saya amati saat mereka
berkendara sendiri disini dihari-hari pertama, perubahannya setelah
beberapa bulan .. luar biasa. Beberapa dari mereka, saya pernah
alami sendiri "disopiri" mereka dinegaranya .. bedanya kaya bumi dan
langit!! Artinya, setelah beberapa saat, mereka menyesuaikan diri
dengan lingkungan. Jadi "kondisi" lalu-lintas itu akan terbentuk
dengan sendirinya sesuai dengan yang "DIIZINKAN", dalam hal ini
tentu yang dari pihak berwenang lebih dominant. Akar dari segalanya
tentu keberadaan Data base yang representative serta KEHARUSAN
penegak hukum menjalankan aturan (bukan sekedar himbauan). Sebab
kalau tidak, bagaimana kita ingin mencabut SIM seorang pelanggar LL
dengan effect jera yang diinginkan? Boro-boro lagi nyabut SIM ..
yang ngga punya, tapi udah nyetir bertaon-taon aja seabreg. Sebagian
besar warga eropa merayakan kelulusan SIM nya, karena itu memang
merupakan suatu prestasi dan dapat menentukan jalan hidupnya
dikemudian hari. Di Jerman, bagi yang tidak lulus SIM tiga kali,
diharuskan mengikuti test kemampuan jiwanya .. untuk kondisi seperti
itu siapa yang berani tidak disiplin??
Saya yakin pihak berwenang kita mengetahui betul masalah itu, tapi
karena mereka tidak dikondisikan untuk mewujudkan itu .. buat apa
bikin jari sendiri menjadi kusut?? Jadi, "inisiatif" seorang perwira
tinggi polisi di Depok itu sangat pantas untuk didukung seluruh
pihak, terutama pemerintah.
Salam,
Bodo


--- In [email protected], Bambang Riyanto
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tapi bu Yuli, sekalipun kita sudah sopan dan taat aturan, belum
tentu selamat juga lho....kan sangat tergantung juga dengan sopan
santun dan taat aturannya pengguna jalan lain. Saya sudah 4 kali di
serempet motor yang zig zag mencari jalan lewat celah2 antara mobil.
Padahal, dari 4 peristiwa tersebut, mobil dalam kondisi berhenti di
lampu merah dan lurus dengan mobil depan dan belakang. Motor zig zag
karena mau mengambil arah berbeda, dari kiri ke kanan, atau kanan ke
kiri. Apa mau dikata? Mereka toh langsung kabur tanpa noleh
sedikitpun. Hanya satu yang "sedikit sopan" dengan melambaikan
tangan minta maaf, tp ya tetep aja ngeloyor pergi.....

Kirim email ke