Rekan-Rekan FPK, Saya setuju bahwa lalu lintas akan lancar apabila semua pihak menggunakan acuan tata tertib yang sama, bukan tata tertib versi kelompoknya sendiri.
Faktor utama masalah buruknya disiplin ini adalah mudahnya memperoleh SIM sehingga proses sosialisasi tata tertib berlalu lintas ini terlewatkan. Boleh jadi pengemudi-pengemudi yang disebutkan Rekan- Rekan di bawah sebenarnya tidak tahu adanya TATA TERTIB yang dimaksud. Jadi akhirnya tata tertib yang digunakan adalah tata tertib versi sendiri. Masalahnya adalah apakah Rekan-Rekan terpancing untuk ikut "tata tertib" mereka. Masalah mana dulu ayam atau telor adalah masalah klasik. Tidak perlu dibahas panjang lebar karena tidak ada ujungnya, yang penting adalah maukah Rekan-Rekan menjadi ayamnya atau telornya dulu supaya siklus alamiahnya bisa berjalan yaitu ayam->telor->ayam atau telor->ayam->telor. Kalau di Inggris, karena saya belum paham tata tertib lalu lintas versi Inggris, akhirnya pernah dihentikan polisi Inggris karena melanggar Bus Lane padahal karena saya tidak tahu jalan maka saya berjalan lambat di jalur kiri. Untungnya cuma diberitahu saja dan tidak ditilang karena mengetahui bahwa saya foreigner (bukan damai lho). Begitu pula aturan roundabout tersebut, pengemudi lainnya menunjukkan kemarahannya dengan menyalakan lampu besar. Ini karena tata tertib yang digunakan tidak seragam. Bedanya kalau di Inggris, mayoritas sudah memahami tata tertib tersebut, jadi yang minoritas bakal "dihukum" dengan cara-cara di atas. Jadi kalau di Indonesia, siapa yang jadi mayoritas? :) Best Regards, Rudyanto --- In [email protected], Bambang Riyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Tapi bu Yuli, sekalipun kita sudah sopan dan taat aturan, belum tentu selamat juga lho....kan sangat tergantung juga dengan sopan santun dan taat aturannya pengguna jalan lain. Saya sudah 4 kali di serempet motor yang zig zag mencari jalan lewat celah2 antara mobil. Padahal, dari 4 peristiwa tersebut, mobil dalam kondisi berhenti di lampu merah dan lurus dengan mobil depan dan belakang. Motor zig zag karena mau mengambil arah berbeda, dari kiri ke kanan, atau kanan ke kiri. Apa mau dikata? Mereka toh langsung kabur tanpa noleh sedikitpun. Hanya satu yang "sedikit sopan" dengan melambaikan tangan minta maaf, tp ya tetep aja ngeloyor pergi.....
