Beri Tempat bagi Berita yang Bagus http://www.kompas.com/kompas-cetak/0711/16/utama/3996611.htm =========================
Presiden Minta Media Massa Adil Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pengelola media massa lebih adil dalam kebijakan pemberitaannya. Salah satu bentuk keadilan itu adalah memberi tempat yang layak untuk berita yang bagus, berupa pencapaian prestasi yang layak menjadi teladan untuk masyarakat. "Saya sering mengatakan, tolong diberitakan pula dalam wadah yang cukup, prestasi dan keberhasilan yang dicapai pimpinan daerah ataupun saudara kita di Tanah Air dalam berbagai profesi. Kita sering lupa mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan," ungkap Presiden pada pemberian Penghargaan Ketahanan Pangan 2007 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/11). Presiden, yang mengatakan paham betul bagaimana mekanisme pemberitaan media massa di dalam dan luar negeri, minta agar media massa bersikap lebih adil. Media massa di Indonesia dinilai lebih banyak memberikan porsi untuk berita yang buruk. "Pers di mana pun saya tahu, di dalam dan di luar negeri, kalau ada kesalahan, pelanggaran, dan kasus hukum, cepat muncul dan besar-besar. Ya, memang itu untuk mencegah yang lain jangan ikut-ikutan berbuat salah, jahat, melanggar hukum, dan sebagainya," ujarnya. Namun, Presiden menilai, selain menampilkan berita buruk sebagai upaya kontrol dan pencegahan, lebih baik lagi jika rakyat juga tahu berita bagus yang dibuat pemerintah dan para putra bangsa. Presiden mencontohkan 156 orang yang menerima Penghargaan Ketahanan Pangan 2007 sebagai berita baik yang dapat dijadikan teladan. "Banyak putra-putri bangsa yang bekerja keras untuk sesuatu yang penting, yaitu ketahanan pangan yang menjadi kebutuhan rakyat. Rasanya lebih adil jika yang salah mendapat sanksi serta yang berprestasi dan mencetak keberhasilan diberikan apresiasi," ujar Presiden lagi. Diprakarsai Soeharto Sebanyak 156 penerima Penghargaan Ketahanan Pangan 2007 terbagi dalam 22 kategori. Mereka adalah warga, kelompok petani, dan pembina pertanian. Pemberian penghargaan dilakukan mulai tahun 2001, yang merupakan kelanjutan dari program intensifikasi pertanian sejak tahun 1979 yang diprakarsai Presiden Soeharto. Menurut Menteri Pertanian Anton Apriyantono, mereka yang menerima penghargaan dipilih setelah diusulkan pemerintah daerah. Mereka dinilai bersama oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat. (INU)
