Muncul Generasi Lebih Peduli HAM

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0711/28/Politikhukum/4034306.htm
=====================

Jakarta, Kompas - Jika tidak ada gejolak besar hingga Pemilihan Umum
2009, pemerintahan yang demokratis dan menghargai hak asasi manusia
atau HAM diperkirakan baru akan terjadi setelah 2014. Sebab, pada
tahun 2009-2014, kepemimpinan nasional masih akan dipegang generasi
pertama era reformasi, seperti yang sekarang terjadi.

"Jika generasi pertama reformasi tetap memegang kepemimpinan nasional,
meski orangnya berganti, keadaan akan tetap seperti sekarang," kata
Ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan M Fadjroel
Rachman dalam diskusi di kantor Kontras, Jakarta, Selasa (27/11).

Pembicara lain dalam diskusi itu adalah anggota DPR dari Fraksi Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan Gayus Lumbuun dan Koordinator Kontras
Usman Hamid.

Menurut Fadjroel, ada gejala kuat kepemimpinan setelah Pemilu 2009
masih akan dipegang generasi pertama reformasi. Ini terlihat dari
masih menonjolnya nama-nama seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf
Kalla, dan Megawati Soekarnoputri. "Pemenang Pemilu 2009 tidak akan
jauh dari nama-nama itu kecuali jika sebelum pemilu ada gejolak besar
seperti pada tahun 1998. Namun, gejolak itu kecil kemungkinan
terjadi," tuturnya.

Namun, era generasi pertama reformasi ini akan berakhir dengan
sendirinya pada 2014, sebab saat itu usia mereka sudah di atas 65
tahun. Saat itu, mau tidak mau, akan muncul generasi baru yang membawa
berbagai kemungkinan.

Generasi baru itu bisa merupakan keturunan atau lanjutan generasi
pertama era reformasi. Namun, bisa juga generasi yang betul-betul baru
yang siap membawa Indonesia lebih demokratis dan menghargai HAM.
Kelompok itu biasa disebut kelompok prodemokrasi.

Agar kelompok prodemokrasi memenangi persaingan pada 2014, lanjut
Fadjroel, persiapan harus dimulai dari sekarang. Mereka yang tujuh
tahun lagi direncanakan tampil, sekarang harus mulai merintis jalan,
baik lewat jalur partai politik maupun calon perseorangan.

Namun, kata Usman, kelompok prodemokrasi harus berusaha agar
perubahan, khususnya dalam sikap politik, dapat dimulai sejak 2009,
sebab terlalu lama jika menunggu sampai 2014.

"Jika kampanye 'politisi busuk' hanya dipersiapkan satu bulan sebelum
Pemilu 2004, hal serupa untuk Pemilu 2009 sebaiknya mulai dipikirkan
sejak sekarang. Dengan demikian, hasilnya akan lebih optimal," saran
Usman.

Perjuangan kelompok prodemokrasi ini juga harus menjadi bagian dari
keyakinan bahwa menegakkan kepemimpinan yang menghargai demokrasi dan
HAM adalah sebuah kebenaran yang harus selalu diperjuangkan.

Gayus menuturkan, gerakan perlu dilakukan saat ini karena dimensi
politik sudah tak sesolid pada awal pemerintahan Yudhoyono. Keadaan
ini amat menguntungkan bagi perjuangan demokrasi dan HAM karena
dimensi politik dari kedua perjuangan itu amat kental. (NWO)



Kirim email ke