Ternyata batalnya PM Burma berkunjung ke Indonesia gara-gara SBY sedang 
bersedih atas sakitnya Soeharto. 

Untuk sementara, Istana tak mau terima tamu negara. 

Juga takut didemo... 





  ----- Original Message ----- 
  From: tri agus siswowiharjo 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, January 13, 2008 9:54 AM
  Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Aksi Solidaritasuntuk Rakyat Burma


  Mohon Izin, Mengajak Aksi MenolakKedatangan PM Burma.

  Pembaca Kompas,

  Dengan hormat,
  Pada 14-15 Januari ini PM Burma Thien Sien akan datang ke Jakarta dan digelar 
karpet merah oleh Presiden SBY (yang dipilih rakyat) di Istana Negara. Junta 
militer yang berkuasa di Burma setidaknya sejak menganulir kemenangan NLD 
pimpinan Aung San Suu Kyi pada Pemilu 1990, hingga kini terus menindas rakyat. 
Puncaknya pada September 2007, ketika demonstrasi damai para biksu dibantai 
secara bengis. Salah satu orang yang tangannya berdarah tersebut akan berjabat 
tangan dengan presiden yang sering mengaku demokrat.

  Karena itu, kami mengundang Anda untuk bergabung bersama kami sejumlah 
aktivis, mahasiswa, agamawan dan seniman, dalam AKSI DAMAI SOLIDARITAS TERHADAP 
RAKYAT BURMA. 

  Kegiatan akan dilakukan di depan Istana Negara, berangkat dari Patung Kereta 
Kencana, Monas, Jakarta Pusat.

  Waktu: Senin, 14 Januari 2008, mulai jam 10.00 -12.00 WIB.

  Demikian pemberitahuan kami. Terima kasih atas kerjasamanya.

  Jakarta, 13 Januari 2008

  Tri Agus S Siswowiharjo
  0815 803 1815

  silakan kunjungi web kami: www.kmsub.org

  __________________________________________________________
  Be a better friend, newshound, and 
  know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. 
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 

  [Non-text portions of this message have been removed]



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.2/1221 - Release Date: 12/01/2008 
14:04


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke