Saya sedih... makanan kesukaan saya mungkin sebagian besar orang indonesia.....apalagi Om Rovick...sekarang sulit sekali di jumpai. Terakhir saya beli hari minggu kemarin di pasar tradisional dengan harga Rp.3500/potong standard yg biasanya Rp2500/potong standard....dan penjualnyapun dari sekian puluh cuma tinggal 1 orang thok...mungkin ini tempe yang terakhir yg beliau jual....dan menyampaikan ke saya sampai 3 hari kedepan ndak jualan...hiks.....kasihan sekali beliau-beliau ini.
mbok yah eling...eling sedulur...... lelakon opo maneh iki....... salam prihatin, ghozan ----- Original Message ----- From: "Yuliati Soebeno" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Tuesday, January 15, 2008 9:02 AM Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Aksi solidaritas pengusaha TAHU dan TEMPE > > Tetapi aksi solidaritas pengusaha TAHU dan TEMPE sudah berdemo disana, > bukan? > > Memenuhi makanan yang sangat "basic" untuk rakyatnya saja, kok belum > mampu. > Namun para anggota DPR dengan mudah akan mendapatkan uang jutaan rupiah > setiap bulan-nya!! Absurd dan tidak masuk akal. > Uang-uang tersebut saya rasa bisa digunakan untuk memberdayakan para > petani kedele untuk memulai bercocok tanam kedele, bukan? > Agar rakyat kecil yang dalam keseharian-nya bisanya makan tempe dan tahu, > masih bisa bertahan hidup. > > Salam, > Yuli >
