Saya jadi teringat kisah kapal Jerman yang dibeli untuk menambah armada pertahanan Angkatan Laut, di jaman Habibie, ternyata kapal2 rusak. Sejarah tolol berulang. Kapan Indonesia bisa berwibawa menjaga teritorialnya kalau peralatannya saja serba bekas, sisa2 bangsa lain? Bagaimana pertahanan laut bisa optimal jika AL kita cuma diberi barang rongsokan? Sudah sekian lama kita cuma bisa menghela napas ketika mendengar betapa kekayaan laut kita terus-menerus dijarah oleh negara lain, karena kapal2 patroli kita selalu kalah sebelum menyergap.
Sekarangpun para pilot pesawat tempur kita ternyata harus siap dengan "side job", menjadi tukang reparasi dan menciptakan onderdil pesawat tempur dari aneka onderdil yang bisa difungsikan sebagai onderdil pesawat. Ini akibat embargo AS. Tak heran jika Malaysia petantang petenteng main serobot wilayah RI karena mereka tahu betul bahwa kekuatan alutsista RI ternyata cuma kelas rongsokan. Sedih betul!!!! Salam, anggi ----- Original Message ----- From: Bambang Soetedjo To: [email protected] Sent: Tuesday, February 26, 2008 5:48 PM Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] AS Tawarkan Jet Tempur F-16 Kepada Indonesia Kok Indonesia mau ya beli barang bekas yang sudah berumur lebih dari 10 tahun. Nggak salah nih. Sukhoi kan lebih canggih. Apakah maintenance jangka lama sudah diperhitungkan oleh bapak menteri bersangkutan. Rupanya mereka juga khawatir dengan kecanggihan Sukhoi. Teorinya: Maintenance pesawat tua akan banyak makan biaya tambahan. Lha kan mendingan cari yang canggih kan? Salam BS
