hehehhee
becanda aja pak.

sebelum kita beli tetangga sekitar kita sudah dikasih dulu. kalo buat
indonesia amerika mikir dulu mau ngasihnya. Lihat saja kemarin
singapore sudah dapet F15 dan F16 blok terakhir, sementara kita
kebagian yang bekas saja. Sudah bekas itupun diancam dengan embargo.
Saya masih ingat pesawat-pesawat itu nongkrong di iswayudi, magetan
karena sukucadangnnya di embargo. Saya masih ingat waktu tsunami aceh
jumlah herkules yang bisa terbang bisa dihitung dengan jari karena
suku cadangnnya di embargo. Bahkan hingga hari ini suku cadang yang
sudah kita bayar masih ditahan di korea karena diembargo. Atau seperti
F-5 yang sudah di perbaiki dan diperbaharui  di amerika tapi ditahan
karena indonesia di embargo. Atau bernasib seperti rudal harpoon yang
sampai hari ini tidak dikembalikan. Usul saya kalo kita beli dari
amerika dimasukkan klausul amerika tidak berhak mengembargo suku
cadang alutsista yang dijual ke indonesia. btw selama di embargo
indonesia memperoleh sukucadang dari pasar gelap, tentu dengan harga
yang lebih tinggi.

Lebih baik beli dari rusia dimana mereka tidak banyak tanya-tanya.
Rusia juga lebih fleksibel dalam pembayaran. Mereka menerima
pembayaran dalam bentuk apapun yang berharga dipasar, seperti minyak
sawit untuk pembayaran Mig 29 milik malaysia.

regards

2008/2/26 Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>:
>
> Sabar ya, ini terlaksana (ganyang Malaysia) jika kita sudah punya: F22
>  Raptor,F-35 Joint Strike Fighter (JSF) dan B2 Stealth (Siluman) dan
>  rudal penjelajah maupun rudal balistik antar benua.
>
>  Tergantung Yahudi mau kasih apa tidak :-P
>
>  (versi Sawung kita ada uang buat beli)

Kirim email ke