Salam,
Sudah waktunya kita BANTING STIR dan tidak tergantung kepada
Amerika atau Rusia. Maunya  berdikari tetapi belum mampu.Bagaimana
kalau  memilih SIASAT untuk berpaling kepada RRT? Meskipun tidak
canggih dan mungkin ringkih tetapi kalau untuk RRT saja sudah
cukup , apalagi untuk Indonesia.Buktinya Amerika tidak berani
menyerang RRT.Dan hanya RRT yang berani menentang Amerika.
Apalagi pasti lebih murah bahkan mereka mau mendirikan pabrik
senjata di dalam negeri(Indonesia). Apa gagasan ini tidak perlu
difikirkan lebih lanjut?
Wasalam,
Wal suparmo

--- In [email protected], sawung <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> hehehhee
> becanda aja pak.
>
> sebelum kita beli tetangga sekitar kita sudah dikasih dulu. kalo
buat
> indonesia amerika mikir dulu mau ngasihnya. Lihat saja kemarin
> singapore sudah dapet F15 dan F16 blok terakhir, sementara kita
> kebagian yang bekas saja. Sudah bekas itupun diancam dengan
embargo.
> Saya masih ingat pesawat-pesawat itu nongkrong di iswayudi, magetan
> karena sukucadangnnya di embargo. Saya masih ingat waktu tsunami
aceh
> jumlah herkules yang bisa terbang bisa dihitung dengan jari karena
> suku cadangnnya di embargo. Bahkan hingga hari ini suku cadang yang
> sudah kita bayar masih ditahan di korea karena diembargo. Atau
seperti
> F-5 yang sudah di perbaiki dan diperbaharui  di amerika tapi
ditahan
> karena indonesia di embargo. Atau bernasib seperti rudal harpoon
yang
> sampai hari ini tidak dikembalikan. Usul saya kalo kita beli dari
> amerika dimasukkan klausul amerika tidak berhak mengembargo suku
> cadang alutsista yang dijual ke indonesia. btw selama di embargo
> indonesia memperoleh sukucadang dari pasar gelap, tentu dengan
harga
> yang lebih tinggi.
>
> Lebih baik beli dari rusia dimana mereka tidak banyak tanya-tanya.
> Rusia juga lebih fleksibel dalam pembayaran. Mereka menerima
> pembayaran dalam bentuk apapun yang berharga dipasar, seperti
minyak
> sawit untuk pembayaran Mig 29 milik malaysia.
>
> regards

Kirim email ke