di indonesia ini mana ada yg mikir ttg peremajaan .. pemeliharaan ..,

jadnya aja ..sekolah hancur... pabrik gula ketinggalan jaman

pabrik tekstil  kalah efisien dstnya..

itu termausk warisan Eyang


yg jelas kalau soal pemilik angkot .. paling sial habis hidup 4 tahun 
itu.. bisa jual ijin trayeknya dan dapat uang lagi.. utk hidup 
beberapa waktu...:(

saya setuju model transjakarta.. yang semuanya cuma jadi operator.. 
dan untungnya pati.., tapi pemrintah juga harus  bikin hitungan yg 
benar..operator untung, rakyat konsumenterlayanibaik... pemeirntah 
nggak bangkrut..

jangan mau untung cepat /nggakmau rugi lalu nekan 
operator...ataungurnagi rit.. yg merugikanbaik konsumenmaupun operator.

haniwar




At 08:39 PM 3/11/2008, you wrote:

>Transjakarta itu adalah yang sistim yang dimaksud dalam UU
>Dimana konsorsium cukup mendapatkan keuntungan yang sudah ditentukan,
>Dan semua sudah pasti........jadi betul2 sebagai operator...- karyawan
>tetap........
>Dalam kondisi yang sudah tidak berketentuan, lalu ada solusi yang pas dengan
>kemampuannya, maka mau apa lagi....ambil saja.
>Itu kalau bicara konsorsium Transjakarta
>
>Kalau bicara pengusaha angkot.....ceritanya lain lagi.
>Saya pernah diskusi dengan seorang yang baru mendapatkan rejeki
>mendadak..... Lalu dibelikan angkot....
>Waktu saya tanya.....kenapa.........jawabannya sangat logis.
>Bagaimana bisa mendapatkan biaya dapur sebesar 40-50 ribu per hari
>Dengan uang hanya 30 juta dan tahan sampai dengan 3-4 tahun.
>
>Apakah dia berpikir untuk meremajakan angkotnya......tidak tuh,
>Hanya berharap dengan uang 30 juta dapur nya dirumah bisa ngebul 3-4 tahun.
>Terus saya tanya, mau ditambahin nggak....ah nggak mau...
>Siapa yang akan bawa..... kakak ipar, daripada setiap hari minta uang.
>Suruh saja jadi sopir, khan sudah bisa menghidupi 2 rumah tangga.
>Yang saya tau sekarang dia itu hanya mengoperasikan kendaraannya sampai
>mendapatkan yang ditargetkan untuk dapur rumah tambah cicilan.
>
>Apakah itu nama nya suatu kegiatan bisnis angkutan...saya tidak tau.
>Apa bisa bertanggung jawab terhadap penumpang....pasti
>
>Apakah akan berkesinambungan.........tidak tuh
>Karena bengkel aja tidak punya, rusak aja terus coba2 betulin sendiri.
>Bicara pelayanan dengan mereka.....
>
>Apakah jenis pelayanan publik yang bisa diharapkan....tidak
>Apakah ini jenis pelayanan publik yang dimaksud dalam UU...tidak juga.
>Tapi kenapa jadi berkembang seperti ini.
>
>?????
>
>  Rudy Th

Kirim email ke