Mosok sih guru ngak boleh memukul murid dengan alsan HAM. Jangan2 karena itu 
murid-murid sekarang makin kurang ajar dan semakain tidak tahu tata krama.


--- On Thu, 6/19/08, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Pukul Murid Pakai Helm, Guru Dilaporkan
To: [email protected]
Date: Thursday, June 19, 2008, 9:53 AM






http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 06/19/08350531/ pukul.murid. pakai.helm. 
guru.dilaporkan

JAKARTA, KAMIS - Muhidin (39), guru honorer mata pelajaran agama Islam
di SMA Negeri 1, Pamulang, Tangerang, Banten, memukul kepala Arif
Rahmansyah (17), muridnya, dengan helm di halaman masjid sekolah itu,
Jumat (6/6). Tak terima dengan perlakuan gurunya, Arif mengadu ke
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). 

Alasan pemukulan, kata Muhidin, lantaran Arif diduga menggelapkan
uang kotak amal masjid SMAN 1, Jalan Benda Timur XI, Pamulang II,
Pamulang.

Dikatakan Muhidin, Arif sebagai Ketua Ekstrakurikuler Rohani Islam
(Rohis) tidak memberikan laporan mengenai uang kotak amal setiap Jumat
sejak Februari 2008 hingga Juni ini. "Seharusnya data uang itu harus
dilaporkan setiap minggu pertama, tapi dia selalu mengelak dan
menghindar ketika saya tanyakan," ujarnya, Rabu (18/6).

Muhidin yang menjadi pembina Rohis, merasa tidak dianggap sebagai guru
oleh Arif dan selalu dilecehkan. Puncaknya, pada Jumat (6/6) sekitar
pukul 10.00 dia menanyakan kembali uang tersebut. Namun, Arif
menjawab, "Saya tidak mau menjalani perintah yang salah, meskipun dari
guru," kata Muhidin.

Mendengar jawaban tersebut, Muhidin naik pitam. Dia menampar pipi kiri
dan memukul kepala Arif dengan helm sepeda motor hingga kaca
penutupnya pecah. Akibatnya, dia diskors dilarang mengajar.

Uang kotak amal tersebut berjumlah sekitar Rp 1 juta. Seharusnya, uang
itu diserahkan dan dilaporkan kepada Muhidin untuk kemudian disimpan
atas nama masjid sekolah.

Ditemui di rumah kos anggota Rohis di Pamulang Barat, Arif mengatakan,
maksud ucapan "Perintah yang salah" adalah untuk perintah membuat
soal-soal ujian. "Saya sering diminta mengetik soal ujian agama, namun
karena terus-menerus, saya merasa diperbudak. Saya disuruh berbohong
kepada orangtua sedang mengerjakan tugas sekolah," ujarnya.

Arif mengatakan, laporan keuangan belum dibuat lantaran uang tersebut
sudah berkurang dipakai untuk membayar khatib salat Jumat yang
seharusnya dibayar oleh OSIS. "OSIS belum kasih ke rohis, jadi saya
pikir nanti saja, kalau sudah diganti OSIS," kata siswa kelas XI IPS ini.

Dikatakan Arif, Muhidin juga tidak pernah transparan dalam hal
penggunaan dana yang selalu disetorkan tersebut. Arif kemudian
melaporkan kejadian pemukulan itu kepada Komnas Perlindungan Anak.

Sekjen Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, mengaku belum
mengetahui perihal laporan pemukulan itu. "Saya belum tahu, tapi yang
namanya pemukulan terhadap anak oleh guru jelas tidak bisa dibenarkan,
apapun alasannya," tuturnya. 

Dikatakan, aksi pemukulan itu termasuk ke dalam bullying atau
penekanan kepada anak, apalagi terjadi di lingkungan sekolah. (sab)

Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

 














      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke