Saya pernah mengalami pemukulan yang terjadi di Belgia. Seorang diplomat (Kepala Bagian Ekonomi) karena permintaan penjemputan terlambat karena adanya kecelakaan di jalan dan datang terlambat, ternyata pegawai lokal bagian kendaraan ditempeleng sampai luka2 dipelipis kanan dan segera dibawa ke rumah sakit. Tanpa diskusi main tempeleng aja. Kebetulan saya tau namanya dan asal kampungnya darimana si diplomat tsb. Duta Besar saat itu juga meredam masalah dengan memihak diplomat tersebut tentunya. Siapa yang mau bela local staff kalau posisi di deplu sebagai diplomat terancam. Lebih baik semua ditutup mulutnya. Menurut saya seorang diplomat kan sudah harus bisa menahan emosi dan tanyakan dulu apa sebab terlambat. Kalau main tempeleng begini namanya orang tidak berpendidikan. Buat apa dia mewakili negara kalau kelakuannya seperti itu mana ngancam lagi pakai bawa senjata tajam. Saya justru kasihan sama diplomat yang begini dan saya anggap dia sakit jiwa. Menurut informasi dia sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Jadi pendidikan dan menahan emosi sangat penting terutama bagi mereka yang berfungsi sebagai wakil negara.
Salam BS --- On Thu, 6/19/08, Wenny <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Wenny <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Pukul Murid Pakai Helm, Guru Dilaporkan To: [email protected] Date: Thursday, June 19, 2008, 7:13 PM Ya ngga boleh lah Pak...enak aja...emang ngelahirin, ngegedein anak buat dipukul orang lain...wong orang tua sendiri juga ngga berhak kok mukul.. Kan ada cara lain buat menyelesaikan masalah, masak harus dengan cara kekerasan. Kurang ajar sama tata krama tidak ada hubungannya dengan memukul, ada yang namanya komunikasi, hukum dan lain-lain, yang pasti bukan dengan kekerasan. --wenny--
