Betul, sebenarnya terminal itu tdk perlu ada, mereka khan warganegara indonesia 
juga yg berhak mendapatkan perlakuan yg sama. Terminal tsb malah disalahgunakan 
oleh oknum2 petugas dan preman yg memaksa tki untuk naik kendaraannya dengan 
membayar mahal. Apa bedanya dengan wn indonesia lain yg bekerja di perusahaan 
asing di LN. Kampanyekan pembubaran terminal khusus tki, dan kewajiban aparat 
utk melindungi dan mengayomi mereka.
Powered by Telkomsel BlackBerry�

-----Original Message-----
From: Santi Kurniasari Hanjoyo <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Thu, 19 Jun 2008 03:09:31
To: <[email protected]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Terminal Neraka Bagi Para TKI


Jadi ingat setahun lalu saat hendak pulang dari Kuala Lumpur, saya bertemu 
dengan seorang TKI, namanya mbak Siti, asal Jawa Tengah. Mulanya majikan mbak 
Siti, seorang ibu tua berwajah ramah dan berjilbab, yang menyapa saya saat 
antre di airport. Setelah mengetahui saya orang Indonesia, si ibu lantas 
menitipkan mbak Siti kepada saya, agar setidaknya ada teman di perjalanan.
Ngobrol punya ngobrol, ternyata mbak Siti sangat beruntung mendapatkan seorang 
majikan yang baik. Sayangnya, setelah tiba di airport Cengkareng, kami terpaksa 
berpisah. Mbak Siti diajak pergi ke tempat lain oleh sejumlah petugas bandara, 
sementara saya bisa melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.
Terpikir oleh saya, akan diapakan saja ya mbak Siti oleh para petugas itu?
Saya hanya bisa mengucap doa.
Kapan ya TKI bisa merasa nyaman, aman, dan tenteram saat tiba di negeri sendiri?

Salam,

Santi.

Kirim email ke