Setuju banget. Hapus itu terminal khusus TKI. Kenapa dari semula dibentuk 
terminal ini? karena para petugas malas kerja dan lebih enak memeras sesama 
bangsa. Mentalitas yang tidak senang lihat pekerja keras di negara orang 
sebagai TKI harus dibasmi. Enak banget kerjanya memeras bangsa sendiri yang 
sudah penuh dengan masalah di negara orang. Emang enak kerja di Luar Negeri??? 
TKI menjadi sasaran empuk para petugas karena mereka adalah TKI yang berbahasa 
Indonesia atau bahasa daerah. Coba kalau mereka salah tunjuk kepada orang asing 
yang gayanya bagaikan TKI dan harus masuk terminal khusus TKI ternyata mereka 
orang asia dari lain negara dan bicara hanya bahasa Inggris, pingin tau saya 
bisa nggak mereka memeras dengan pakai gertak dan sok berdasarkan peraturan 
tetek bengek. Mual saya dengan kelakuan mereka. Jadi bubarkan saja. Usul saya: 
Beri jalur khusus untuk TKI dan jangan terminal khusus. Coba kalau anda ke 
salah satu negara di Eropa pasti ada
 penjelasan : European Passport dan All other Passport. Jadi lakukan seperti 
mereka dengan petunjuk jelas disamping pemeriksaan
jalur masuk para penumpang pesawat lainnya. Kalau tidak berarti diskrimasi 
terjadi di Bandara dan ini harus diberantas. Mereka sama2 penumpang pesawat dan 
berhak untuk masuk ke Indonesia kembali tanpa syarat apapun dan jangan jadikan 
mereka sapi perah. Kerja di LN banyak resiko nya dan kerja keras.

Salam
BS

--- On Thu, 6/19/08, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Terminal Neraka Bagi Para TKI
To: [email protected]
Date: Thursday, June 19, 2008, 7:27 PM






Betul, sebenarnya terminal itu tdk perlu ada, mereka khan warganegara indonesia 
juga yg berhak mendapatkan perlakuan yg sama. Terminal tsb malah disalahgunakan 
oleh oknum2 petugas dan preman yg memaksa tki untuk naik kendaraannya dengan 
membayar mahal. Apa bedanya dengan wn indonesia lain yg bekerja di perusahaan 
asing di LN. Kampanyekan pembubaran terminal khusus tki, dan kewajiban aparat 
utk melindungi dan mengayomi mereka.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kirim email ke