Apakah dokter sdh tidak punya hati nurani lagi di negeri ini ? Sehingga kita 
percaya akan gosip2 yg masih perlu pembuktian lagi.
Mau dibawa kemana, negeri ini kl semua didasarkan kecurigaan belaka ? 
Marilah kita melihatnya dengan fakta nyata jangan gosip kalau tidak kekacauan 
akan melanda negeri kita ini.

Rudi Sangun


-----Original Message-----
From: "Rahayu Arriani" <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Tue, 24 Jun 2008 17:33:52 
To: forum-pembaca-kompas<[email protected]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] MAFTUH DISUNTIK VIRUS HIV, KATANYA


Mohon maaf, bukan bersumber dari Kompas.

*Selasa, 24 Juni 2008*

*MAFTUH DISUNTIK VIRUS HIV, KATANYA*


HAMPIR semua institusi publik di negeri ini mengalami krisis legitimasi.
Meski secara perorangan kompetensi teknisnya diakui, tetapi  mereka  miskin
integritas. Akibatnya, orang pun selalu mempertanyakan output yang mereka
dihasilkannya.

Menurut saya, inilah yang bikin orang-orang bertanya soal penyebab kematian
Maftuh Fauzi. Bahkan jika benar sekalipun Maftuh meninggal karena HIV, orang
tetap saja tidak bakal percaya. Para dokter sudah terlanjur dicurigai.

Bagi banyak orang, dokter sangat mudah diperalat dan parahnya sering
menyediakan diri untuk diperalat. Karena itulah, orang lebih percaya gosip
yang beredar dibandingkan dengan pernyataan resmi!

Sebuah gosip meriwayatkan, Maftuh tewas akibat luka-luka penganiayaan pihak
polisi yang tak dirawat dengan baik. Untuk menutupi penyebab kematian yang
sesungguhnya, ada dokter/suster yang diperintahkan untuk menginjeksi Maftuh
dengan virus HIV. (Kisahnya mirip di film-film Holywood, ya?).

Gosip lain meriwayatkan hal yang sedikit berbeda. Penyebabnya memang
luka-luka akibat penganiayaan polisi. Tapi dia tak diinjeksi virus HIV. Tim
dokter hanya membuat visum yang menyatakan begitu.

*Lengkapnya baca di
sini*<http://www.berpolitik.com/viewnewspost.pl?nid=13519&param=PSRE26M7Eg6vgukroo30>

Kirim email ke