Bukannya Lanud Iswahyudi itu adanya di Madiun? Kalo di Malang namanya
Lanud Abdulrahman Saleh.

Rgds,

Har.-

On 6/25/08, Lemah Padas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Salam merdeka,
>  Kemarin sekitar jam 4 sore 24 Juni 2008, adik saya melintas di kawasan 
> Lapangan Udara (LANUD) Iswahyudi Malang. Karena adik saya tidak tahu kondisi 
> jalan di kawasan tersebut, adik saya salah jalan. Tanpa ba-bi-bu seorang 
> tentara Angkatan Udara yang berjaga, bernama Praka BIANTORO asal Blitar, 
> menghentikan adik saya dan membawa adik saya ke ruang pos penjagaan yang 
> gelap. Di pos penjagaan yang gelap tersebut, tanpa ditanya panjang lebar, 
> adik saya di pukul perutnya sampai TERPELANTING dan mengeluarkan air kencing.
>  Setelah kejaidan ini adik saya melapor ke kantor Polisi. Polisi menyarankan 
> agar adik saya menemui komandan di LANUD. Karena polisi menyarakan seperti 
> itu, maka adik saya diantar oleh seorang saudara menemui komandan Praka 
> Biantoro. Adik saya di pertemukan dengan Praka Biantoro, dan dengan berat 
> hati akhirnya diputuskan berdamai, dengan syarat Praka Biantoro meminta maaf 
> dan menanggung pengobatan.
>  Namun saya menyesalkan dua hal: pertama, dalam kondisi TNI yang namanya 
> semakin buruk karena seringnya melakukan pelanggaran terhadap hak asasi 
> manusia (HAM) warga negara, masih ada saja anggota tentara yang masih secara 
> brutal menganiaya warga negara (rakyat) yang membayar mereka melalui pajak. 
> Rupanya anggota TNI masih merasa bahwa mereka hidup di jaman Orde Baru, 
> dimana tentara sangat ditakuti dan bisa berbuat seenaknya seperti di rimba 
> belantara; kedua, saya menyayangkan sikap polisi yang sangat tidak 
> profesional dan diskriminatif. Seharusnya polisi berani menangkap dan 
> mengambil langkah hukum atas pengaduan yang dilakukan adik saya, tanpa merasa 
> takut bahwa yang melakukan penganiayaan adalah anggota TNI AU. Kalau polisi 
> tidak berani melakukan itu, jangan salahkan jika rakyat terus tidak percaya 
> terhadap janji Kapolri bahwa, Polri akan menjadi polisi komunitas yang 
> profesional.
>  Demikian, semoga bangas dan negara ini terus melangkah maju dengan 
> meninggalkan dan menggilas para pecundang yang saat ini menempati posisi 
> sebagai pejabatnya.
>  Salam Merdeka,
>
>
>  Lemah

Kirim email ke