Kapan ya biaya pendidikan dan biaya kesehatan gratis buat seluruh rakyat??
Negeri ini lebih kaya dari Swiss yang gak punya pantai dan juga tidak punya
perkebunan Coklat, tapi kok ya bisa menggratiskan pendidikan dan biaya
kesehatan buat seluruh penduduk Swiss??
Swiss jualan coklat aja bisa kaya raya.
Juga bandingkan dengan Perancis yang SDA migasnya jauh dibawah kita, kok ya
bisa memberikan banyak fasilitas buat rakyatnya??
Salam, Mubarik


2008/7/26 rahardjo mustadjab <[EMAIL PROTECTED]>

>   Seharusnya semakin sulit hidup orang tua, semakin kuat motivasi untuk
> membiayai pendidikan anaknya. Hanya pendidikan memberi bekal anak untuk
> menapaki mobilitas vertikal ke atas. Semiskin-miskinnya  penduduk Muara
> Baru, agaknya uang sekolah Rp 20 ribu sebulan bagi murid Madrasah
> Intida'iyah Nurul Ikhlas masih terbayar. Misalkan dari situ Rp 15 ribu untuk
> membayar Pak Guru Karyana, maka dalam sebulan beliau mendapat kompensasi 60
> (andaikan murid pagi siang sekian) X Rp 15,000 = Rp. 900,000.  Agak
> lumayan  daripada  Rp. 150  ribu.
>
> Sungguh tidak benar membayar Pak  Guru  Karyana  hanya  Rp 150 ribu
> sebulan. Tukang batu saja kita bayar Rp. 25 ribu sehari.  PRT berapa? Supir
> Rp 900 ribu plus uang makan dan lembur.
>
> Tapi, tapi. Jangan  mengira semua guru  honor  ingin  menjadi guru  seumur
> hidup. Ada yang sadar nasib guru sekian puluh tahun kedepan tidak banyak
> berubah. Biarpun anggran pendidikan sudah 20% dari APBN.  Mereka ini menjadi
> guru honorer sebagai batu loncatan. Begitu diterima  di  pekerjaan  lain
> yang  menjanjikan,  mereka  segera  cabut dan  'ciao'  goodbye.
>
> Salam,
> RM

Kirim email ke