nama anda bagus sekali, mirip nama keturunan Sanjaya yang
membangkitkan semangat Medang i Mamrati : Sri Maharaja Rakai Pikatan
Mpu Manuku.

ANTON


--- In [email protected], Rakai Pikatan
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam kenal.
> Saya kira, mengenai tahu tidaknya BK soal eksekusi terhadap Amir Cs
bisa ditangkap secara tersirat dari percakapannya dengan pelukis
Soedjojono, beberapa bulan setelah eksekusi di Ngalihan itu dilakukan.
>
> Seperti diceritakan oleh Joesoef Isak;
>  Sudjoyono melontarkan pertanyaan kepada Soekarno:
> <I>Mas Karno, ben jij nog steeds een Marxist?</I>  (Mas Karno apa
masih Marxist?).
> Sukarno: <I>Naturlijk Jon Ik ben nog steeds een Marxist!</I> (
Pasti saya masih tetap Marxist ! ).
> Soedjojono: <I>En waarom blijtbt je maar stil, terwijl jow vrienden
die Marxisten waren doodgeschoten warden?</I>  ( Kalau masih mengaku
Marxist, kenapa kau biarkan teman-teman Marxismu di tembak mati? ).
> Mendengar pertanyaan itu  Bung Karno tak menjawabnya. Terharu dan
lama berdiam dan meneteskan air mata.
>
> Kalau melihat literatur, Aidit dan umumnya kalangan komunis menilai
Hatta sebagai pemberi order eksekusi. Namun menurut saya, AH Nasution
pun layak diperhitungkan. Siang hari sebelum pelaksanaan eksekusi,
dalam perjalanan ke Jogja yang tengah diserang Belanda (Agresi
Militer II), Gatot Subroto menemui sendiri Nasution di Stasiun Solo.
Mungkinkah ada pembicaraan soal eksekusi Amir dan 10 rekannya?
>
> tabik
>
> tbs

Kirim email ke