Kembalikan Kemerdekaan Rakyat
Krisis Global, Bertindak  Lokal, Saya  Pemimpin Besar Revolusi Itu !


Demo  Aliansi Rakyat di KPU Tolak Pemilu 2009 (kompas,29/8)  paralel dengan 
pencalonan capres alternatif,  kolaborasi  ikrar Adnan Buyung nasution di LBH, 
para tokoh kebangsaan,LSM.  
Bertepatan upaya Golkar dan PDIP membangun koalisi dari sekarang, tepat menuju 
rekonsiliasi nasional  melahirkan Pemimpin Besar Revolusi ! UU KKR dibatalkan 
MK, bersatulah kaum nasionalis dan Islam, seperti dikatakan Ketua Majelis Syuro 
KH Hilmi Aminuddin bangsa ini jangan mau terjebak pada beragam dikotomi yang 
merugikan seperti kelompok nasionalis yang ingin berjuang untuk rakyat, 
sedangkan yang agama ingin berjuang untuk umat. Bagaimana implementasi 
kebhinekaan harus terus dipelihara tanpa itu semua adalah sia-sia hanya pada 
tataran di-awang awang tidak membumi. Seperti halnya pencalonan saya sebagai 
capres alternatif (Rakyat Merdeka 16/8) untuk memerdekakan bangsa  aspiratif 
yang berkembang dalam diskusi pokja-pokja perempuan (kompas26/11), pengarus- 
utamaan gender di daerah tidak berjalan semestinya Pemerintah  Pusat maupun 
Kepala Daerah melakukan pembiaran terhadap potensi daerah, kewenangan masih 
ditangan pemerintahan pusat ( neo-feodalisme).

Dideklarasikan Kearifan lokal untuk mempersatukan Nusantara dimulai Satu 
Kerajaan Mataram kembali ke akar yaitu Keraton memfungsikan kembali Keraton 
agar menjadi panutan dimana krisis kepercayaan terhadap partai politik  menguat 
dikalangan masyarakat, keraton sebagai pengendali peradaban dalam pengembangan 
budaya menghapus budaya yang negatif dan melestarikan budaya adi luhung 
berkelanjutan pasca Sultan Agung regenerasi menuju Indonesia Baru,Peradaban 
Baru dan Tatanan Dunia Baru secara simultan harus diikuti regenerasi 
kepemimpinan nasional, Visit Indonesia 2008 telah digaungkan ironi Kota Pusaka 
menuju kehancuran sistematis, sebagian besar Kota Pusaka di Indonesia saat ini 
tengah menuju kehancuran sistematis akibat ketidak pedulian pengelola kota . 
Ketidak siapan kepala daerah di Indonesia melakukan pembiaran upaya 
menghancurkan pusaka kota secara sistematis, Kota yang didirikan dan di desain 
pemerintah kolonial Hindia Belanda maupun Sultan dan Raja
 lokal Nusantara jumlahnya sangat banyak belum ada data yang pasti jumlah kota 
pusaka di Indonesia, penyebab kehancuran Kota Pusaka ada suatu masa yang tidak 
nyambung, yaitu sejarah pra-kemerdekaan masa kerajaan, pengelola kota membangun 
kotanya tak pernah meng-identifikasi cagar budaya yang ada di kota tersebut  
yang bisa dimanfaatkan bagi ekonomi daerah (Kompas,25/8, Laretna T.Adhisakti 
peneliti centre for heritage conversation, jurusan Arsitektur dan Perencanaan). 
Pemerintahan pusat dan daerah membuktikan bangsa yang tidak menghargai sejarah 
asal-usulnya Indonesia Bhineka Tunggal Ika masih sebatas lips service. 
Penelitian sejarah DR. Harry Truman Simanjuntak Manusia Indonesia adalah 
manusia kepulauan yang pertama di dunia dan para ahli sejarah Jawa menyatakan 
peradaban jawa (bukan suku) pernah  peradaban tertinggi dan tertua di dunia. 
Bukan hanya mitos  kewajiban setiap warga negara Indonesia merealisasikan 
bangsa ini adalah bangsa yang besar dan
 bukan bangsa kuli. Motto : Olimpiade Olahraga Internasional di China “One 
World, One dream “ Arah reformasi Dunia Indonesia  di  Tabloid MAHKAMAH, 
terbitan Juni 2008. 

Mengutip Michelle Obama “Janjimu adalah Utangmu “Di dalam keluarga apa yang 
harus dilakukan,memperlakukan orang secara terhormat walaupun saling tidak 
sependapat. (kompas, 27/8) demokrasi dimulai dari kehidupan keluarga “Keluarga 
unit terkecil dari suatu negara “apa bedanya Michelle dengan nilai-nilai 
keluarga Indonesia ?.Mengapa kita jadi bergeser kearah hidup individualisme, 
materialisme,instan,menghalalkan segala cara,konsumtif dsb. Baby 
booming,kejahatan dan kenakalan remaja berbagai bentuk, narkoba,perceraian 
,kekerasan adalah ekses/dampak,sumber masalahnya yang harus dituntaskan. Saya 
ingin menyampaikan Ya, masih ada utang DPR yang belum terealisasikan yaitu  
kesepakatan MPR sosialisasi UUD 45 tidak qorum  yang menghabiskan APBN 22 
milliar  pernyataan Ketua Majelis Syuro PKS KH.Hilmi Aminuddin soal koalisi 
PDI-P Golkar: “Meski kita mempunyai hasil pemilu 2004, hasil itu belum ada 
legitimasinya”. (kompas, 27/8). Utang  DPR mempertegas
 pemerintahan presidensil pasca Mega dalam pidatonya di SU MPR 2003 
pemerintahannya presidensil abu-abu, SBY tidak bisa melaksanakan janjinya untuk 
mengamandemen UUD 45 menyeluruh kesepakatan DPD adalah sebab-akibat pilpres 
2004 potong jalan pintas dan Komisi Konstitusi harus melalui keputusan MPR 
untuk Pemerintahan Baru, Konstitusi Baru. Pilpres 2004 gagal, batal demi hukum/ 
tidak sah, pembiaran krisis berkepanjangan kini bermunculan calon alternatif 
bukti amandemen UUD 45 menyeluruh mutlak dilakukan, karena UUD 45 naskah asli 
belum dicabut,bersyukur kepada Allah SWT kita masih bisa dipersatukan kembali, 
sunatullah  regenerasi kepemimpinan nasional ke Pancasila untuk Musyawarah 
Mufakat .
Kerajaan alternatif penyelamatan bangsa spektakuler  untuk Satu Dunia, 
Indonesia Mercusuar Dunia yang berpihak kepada kepentingan Daerah menata Pusat, 
hak veto modal yang masih bisa dipertahankan dari upaya penghancuran bangsa 
secara sistematis,belajar dari sejarah Rusia,Yugoslavia.

Jakarta, 29 Agustus 2008.

RA.Berar Fathia . 



      

Kirim email ke