Kamis, 4 September 2008 | 00:50 WIB 
Perilaku Kasar Petugas kepada TKI di Bandara Soekarno-Hatta

Bagi para tenaga kerja Indonesia, perasaan bahagia dan bangga serta rindu 
kepada keluarga dan negara Indonesia akan segera terobati setibanya di Bandara 
Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Namun, ada yang selalu membuat sedih, yaitu pelayanan petugas yang katanya 
disediakan untuk memberikan kemudahan, keamanan, dan pelayanan kepada TKI untuk 
bisa sampai dengan selamat dan aman sampai tempat tujuan. Kenyataan yang 
terjadi di lapangan, para petugas tersebut terkesan memaksa dan tidak ramah, 
tidak ada senyuman atau ucapan selamat datang.

Kejadian yang tidak menyenangkan itu terjadi pada 5 Agustus 2008 saat saya tiba 
di bandara pada pukul 11.00-12.00 dari perjalanan Miami-Los 
Angeles-Hongkong-Jakarta. Setahun dua kali saya pulang ke Indonesia. Setelah 
semua urusan selesai, saya dengan membawa koper berjalan menuju pintu keluar.

Sebelum saya sampai untuk melewati sinar-X, datang seorang petugas Is yang 
tanpa sopan atau ramah, apalagi senyum, menanyakan paspor saya. Nadanya seperti 
preman yang meminta sesuatu. Saya benar-benar terkejut. Dan yang lebih heboh 
lagi saat saya berusaha untuk mengingatkan dia untuk sopan, tetapi ia tampak 
lebih marah lagi. Yang bersangkutan berpikir, dengan cara seperti itu saya akan 
takut, padahal saya sudah tahu praktik kotor di bandara dimaksud dan saya 
terbiasa pulang pergi Jakarta- Amerika yang sudah berlangsung enam tahun.

Saya sangat mengharapkan pihak-pihak terkait lebih memerhatikan tingkah laku 
para petugas di lapangan. Kalau perlu, mereka diberikan pengarahan agar 
bersikap ramah dan bersahabat karena TKI merupakan salah satu penyumbang devisa 
bagi negara. Mereka juga bersusah payah untuk mendapat rezeki di negeri orang, 
jauh dari orang-orang yang dicintai. Perlakukan TKI secara manusiawi, bukan 
seperti sapi perah.

Rina Jalan Kebantenan RT 002 RW 005, Cilincing, Jakarta

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/09/04/00505540/redaksi.yth


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke