Bung Halim HD, Ternyata bagi tokoh-tokoh muda PRD ngurusi rakyat (kalangan akar rumput) terasa sangat berat dan cepat membuat bosan ketimbang in de kost di salon-salon partai-partai politik gedhe. Apalagi dijamin dapat nomor Caleg jadi. Mana tahan?! Salam keprihatinan generasi Lansia Tjuk KS
--- Pada Rab, 17/9/08, halim hd <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Dari: halim hd <[EMAIL PROTECTED]> Topik: [Forum Pembaca KOMPAS] Kenapa PRD tidak bisa seperti PKS....? DISIPLIN DIRI. Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 17 September, 2008, 8:51 PM bedanya PKS dengan PRD (atau partai laennya), satu yang paling jelas dan gamblang yang bisa kita lihat secara keseharian: kalangan anggota pks dan pengurusnya, memiliki disiplin diri. hal itu, menurut saya, sangat penting karena diantara gelumbang perubahan yang dibawa oleh gaya hidup (life style) yang sangat boros, konsumtif, maka pks memperlihatkan secara riil, bagaimana hubungan antara ideologi yang dijadikan landasan partai dengan kehidupan anggota serta pengurusnya. marilah kita bandingkan dengan kebanyakan partai terutama pengurusnya. ketika mereka jadi orang partai, ketika mereka jadi legislator,jadilah mereka "kere munggah bale", dan "kere ngunthal bale". mereka lupa daratan, dan mereka meninggalkan warga pemilih. dan gaya hidup yang berubah, yang semula mereka "sederhana" menjadi mewah. kerusakan partai di indonesia bukan karena ketiadaan ideologi. semua partai ambruk dan gampang ditinggalkan oleh peemilihnya karena warga melihat bahwa pengurus partai, legislator hanya mementingkan diri mereka; kebutuhan untuk bergaya hidup. aneh, katanya mereka politisi, tapi kenapa mereka nggak belajar dari bung hatta, natsir, ar. fachrudin, tan malaka, sudirman, hugeng, yap tian hien, banyak sosok yang bisa dijadikan inspirasi dalam praktek politik: disiplin hidup keseharian! halim hd.
