Menurut saya Pak Tjuk, bagi aktivis PRD yg masih istikomah berjuang dg PRD, 
setidaknya masih ada tanggung jawab kepada komitmen awal tujuan PRD. Masih 
memelihara dan menjaga rumah sendiri. Bagi yg meninggalkan PRD lalu pindah ke 
rumah lain yg lebih besar, motifnya jelas buru2 pengin kursi. Kalau kursi yg 
didapet nanti diduduki amanah, alhamdulillah. Tapi kalau hanya jadi petualang 
politik semodel aktivis 65-66 pendukung Orde Harto, ampun deh... Saya amati PKS 
juga mulai jadi kentut berut, tdk seperti semula. Mulai larut dg gaya politik 
kompromi ala CAMPUR HAQ DAN BATHIL ASAL AMAN. Lha kalau politik indonesia tdk 
punya tradisi oposisi murni, mana bisa mengontrol pemerintah dg serius. Adanya 
kompromi terus termasuk dlm kebijakan yg merugikan publik spt kasus penaikan 
harga BBM, penanganan lapindo, konversi wilayah lindung, privatisasi BUMN 
strategis, dll. Semua di-OK dg kompromi asal harganya cocok. Wah, rakyat kecil 
seperti saya ini yg bengek terus...
 Salam.

tjuk kasturi sukiadi wrote:
>             Bung Halim HD,
> Ternyata bagi tokoh-tokoh muda PRD ngurusi rakyat (kalangan akar 
> rumput) terasa sangat berat dan cepat membuat bosan ketimbang in de kost di 
> salon-salon partai-partai politik gedhe. Apalagi dijamin dapat nomor Caleg 
> jadi. Mana tahan?! Salam keprihatinan generasi Lansia Tjuk KS

Kirim email ke