Dear All

Eksistensi PRD saat ini sudah mati dan masuk kotak dari segi ideologi pun sudah 
tidak memiliki roh lagi, sehingga wajar kalau para aktifisnya kehilangan arah 
dan banyak yang ikut nebeng di partai lain... walaupun dengan berapologi para 
aktifisnya sudah tidak lagi membumi. Sebenarnya kalau mereka konsisten 
berjuanga dan memiliki roh yang jelas saat ini adalam momentum yang sangat 
bagus yang buat PRD. Isu kerakyatan dan perjuangan melawan para kapitalis di 
dunia ketiga menjadi trend dan PRD hanya tinngal mengolahnya  dengan kondisi 
sosial rakyat Indonesia. Disamping itu  para pemilih rasional  sudah berkembang 
pesat dengan bantuan media elektronik (TV- radio)  Pendidikan politik yang 
banyak ditayangkan media televisi sudah menhapuskan dikotomi  pemilih desa 
(tradisional) dan pemilih kota  (modern)  sehingga isu-isu yang lebih rasional 
akan lebih mudah di pahami oleh masyarakat kita. Disinilah PKS bisa tetap eksis 
. walaupun sebagai partai Agama tapi
 dia tampil dengan isu-isu yang mudah di terima oleh rakyat. bahkan dalam 
berbagai kesempatan PKS tidak mengobral ayat ayat Alqur'an tapi lebih kepada 
isu kerayatan yang diu kemas dengan nilai Islam. Selain itu para kader PKS 
memilki filosofi perjuang yang di dasarkan pada Islam yaitu keihklasan dan 
mencari ridho-an Tuhan. dan tidak bersumber pada meterialisme.    Menurut saya 
harapan kaum kiri kini tinggal pada Bung Fajroel Rahmana (FR) saja, yang begitu 
vulgar mendengungkan isu Nasionalisasi,  suka tidak suka FR sudah menjadi ikon 
kaum muda yang progresif,

wasalam
MZ
--- On Wed, 17/9/08, halim hd <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: halim hd <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Kenapa PRD tidak bisa seperti PKS....? DISIPLIN 
DIRI.
To: [email protected]
Date: Wednesday, 17 September, 2008, 8:51 PM











            bedanya PKS dengan PRD (atau partai laennya), satu yang paling 
jelas dan gamblang yang bisa kita lihat secara keseharian: kalangan anggota pks 
dan pengurusnya, memiliki disiplin diri. hal itu, menurut saya, sangat penting 
karena diantara gelumbang perubahan yang dibawa oleh gaya hidup (life style) 
yang sangat boros, konsumtif, maka pks memperlihatkan secara riil, bagaimana 
hubungan antara ideologi yang dijadikan landasan partai dengan kehidupan 
anggota serta pengurusnya.

marilah kita bandingkan dengan kebanyakan partai terutama pengurusnya. ketika 
mereka jadi orang partai, ketika mereka jadi legislator,jadilah mereka "kere 
munggah bale", dan "kere ngunthal bale". mereka lupa daratan, dan mereka 
meninggalkan warga pemilih.

dan gaya hidup yang berubah, yang semula mereka "sederhana" menjadi mewah.

kerusakan partai di indonesia bukan karena ketiadaan ideologi. semua partai 
ambruk dan gampang ditinggalkan oleh peemilihnya karena warga melihat bahwa 
pengurus partai, legislator hanya mementingkan diri mereka; kebutuhan untuk 
bergaya hidup.

aneh, katanya mereka politisi, tapi kenapa mereka nggak belajar dari bung 
hatta, natsir, ar. fachrudin, tan malaka, sudirman, hugeng, yap tian hien, 
banyak sosok yang bisa dijadikan inspirasi dalam praktek politik: disiplin 
hidup keseharian!

halim hd.

Kirim email ke