Opini pribadi saya, PRD didirikan sebagai bentuk mengolok-olok (macam orang Amerika mengacungkan jari tengah dan mengepalkan jari lainnya sambil bilang "f**k you!!) kekuasaan Orde Baru yang terlalu kuat dan tidak kenal kompromi terhadap kebebasan berserikat, berkumpul serta mengeluarkan pendapat masyarakat ketika itu. Dasar olok-ololok ini juga dilakukan oleh Sri Bintang Pamungkas dengan parti PUDI-nya. Malah jauh sebelum itu HJ Naro (ketua PPP jaman Orba) sangat terkenal dengan olok-olok demokrasi gaya Pak Harto di parlemen dengan "ngeyel"-nya mau maju mencalonkan diri bertarung sebagai wakil presiden RI.
Mereka semua tahu dan seratus persen sadar bahwa mendirikan partai baru atau mencalonkan diri sebagai wakil presiden ketika Pak Harto kuat berkuasa sangatlah nihil peluang suksesnya (kalau tidak mau dibilang sangat mustahil). Tapi keberhasilan itu memang bukan tujuan utama mereka, tujuan sebenarnya adalah mereka hanya mau mengolok-olok karena benci dan muak dengan kemandegan yang ada sementara tidak banyak pihak lagi yang sudi bergerak apalagi berkorban mencoba memecah kemandegan. Maklum kebanyakan kan tipenya orang kita hanya mencari selamat, mencari bola muntah atau bola liar baru bisa mengocek bola. Jadi bagi saya sangatkah tidak relevan membandingkan PKS dan PRD atau PUDI karena sebenarnya motif pendiriannya. Kalau Budiman (si perintis PRD) lari ke PDIP itu bukan karen dia tidak konsisten atau mencari jalan pintas cepet meraih sukses, tapi itu tadi karena PRD didirikan bukan sebagai wadah beneran. Sebab itu Budiman ngacir dari PRD. Sayangnya sudah banyak pemuda-pemudi pro Budiman yang mengira PRD adalah parti sungguhan dengan planning jangka panjang. Jadi mereka kecewa dan kemudian menyalahkan Budiman sebagai tidak konsisten dengan perjuangan partai. Saran saya. bagi mereka yang kadung cinta PRD maka lupakanlah Budiman. Jadikan PRD partai sungguhan dan coba merumuskan kembali apa itu PRD dan bagaimana bentuk perjuangannya. Lupakan saja Budiman. Kalau ternyata PRD jadi besar maka Budiman akan menyesal meninggalkan PRD. Salam SH - Pendukung PRD seperti Pram. 2008/9/15 Nur Rochman <[EMAIL PROTECTED]> > Dear Milister yang budiman > > KangNoer mempunyai beberapa pertanyaan mungkin eks PRD bisa berikan jawaban > Kenapa PRD yang duluan tumbuh tidak berkembang tetapi PKS malah berkembang > Kenapa pemimpin PKS bisa bertahan bahkan terus mengembangkan PKS > Tetapi pemimpin PRD memilih kabur dari tanggung jawab dan meninggalkan > PRD...? > > Ada apa dengan calon pemimpin yang katanya sosialis di PRD > Kenapa pemimpin PRD kalah jauh militansinya dengan PKS > Kenapa pemimpin PRD lebih suka memilih untuk bergabung dengan partai besar > Daripada berkubang lumpur sejarah dalam usaha untuk membesarkan PRD > > Mungkinkah pemimpin PRD itu lebih rasional...? > Atau pemimpin PRD tak lebih seorang sosialis salon...? > Dimana sosialismenya gampang diperdagangkan...? > Entahlah mungkin memang sosialisme mereka didapat dari text book sich > Bukan dari sebuah perjalanan hidup yang membekas sampai nyawa diujung > badan. > > Regards, > > KangNoer > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]
