ingat sampah saya ingat prabowo ketua asosiasi pedagang pasar sel. 
indonesia. apa hubungannya ?  
berapa uang yg dikeluarkan prabowo utk iklan nya di tv, media massa. 
kalau sutrisno bachir katanya 300 milyard, katakanlah  prabowo 10 
milyard.
dengan uang 10 milyar prabowo sebetulnya bisa membuat 10 proyek 
percontohan pengolahan sampah pasar tradisonal menjadi pupuk. 
tidak perlu yg canggih, cukup pengolahan menjadi pupuk kompos 
tradisional saja. 
jika proyek tsb berhasil artinya jika pengolahan sampah itu bisa 
dibiayai dari penjualan pupuk maka dengan sendirinya promosi gratis 
bagi prabowo. media massa akan meliput karya prabowo. 
uangnya tidak hilang begitu saja tetapi menjadi monumen tersendiri, 
walaupun dia tidak terpilih menjadi presiden.
promosi seperti ini mungkin lebih positif dari uangnya ditebar ke 
media massa. apalagi kalau setiap capres atau caleg mebuat promosi 
seperti ini, tentu mebuat kampanye lebih bermanfaat. 
sayang prabowo tidak didukung oleh tim yg kreatif.

pesan saya utk prabowo : you are not smart as you think. 

sohib


====================================================
--- In [email protected], "Agus Hamonangan" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/03/0232595/mengubah.sampah.m
enjadi.emas
> 
> 
> Sampah akan tetap menjadi sampah jika tidak didaur ulang menjadi
> sesuatu yang baru. Pemerintah Kota Taipei telah berhasil mengurangi
> jumlah sampah dengan membuat sejumlah peraturan, mulai dari hulu
> hingga hilir, sehingga persoalan sampah tidak lagi menjadi momok 
bagi
> pemerintah dan masyarakat.
> 
> Selain mendorong industri untuk memproduksi kemasan yang bisa 
didaur
> ulang dan sistem pengambilan sampah yang efektif di masyarakat,
> Pemerintah Kota Taipei juga telah menemukan jalan keluar untuk 
mendaur
> ulang sampah.
> 
> Target mereka pada 2010 adalah zero landfill activity. Mereka ingin
> tidak ada sampah yang harus dibakar di insinerator karena akan 
membuat
> pencemaran udara. Caranya adalah dengan memisahkan sampah.
> 
> Sampah dapur yang jumlahnya 30-40 persen dari sampah yang 
dihasilkan
> masyarakat dipisahkan untuk menjadi makanan babi dan pupuk untuk
> pertanian. Makanan yang telah dimasak dipisahkan dengan makanan 
yang
> belum dimasak. Makanan yang telah dimasak akan dimasak ulang 
sebanyak
> dua kali dengan temperatur tinggi, lalu dijadikan makanan babi.
> 
> Adapun makanan yang belum dimasak, termasuk tulang, akan 
dihancurkan
> dan dicampur dengan bubuk kayu lalu difermentasi. Setelah 9-10 
hari,
> makanan ini akan menjadi pupuk organik yang sangat baik untuk 
pertanian.
> 
> Untuk sampah plastik, akan diubah menjadi bahan isian untuk bantal,
> boneka, kasur, dan mantel. Gabus dan plastik tebal dijadikan rak 
baju,
> pot bunga, dan material bangunan. Sedangkan botol kaca dan beling
> dihancurkan menjadi bahan untuk batu bata, aspal, kursi, dan meja.
> 
> Kertas bekas akan diolah menjadi kertas baru. Satu ton kertas bekas
> bisa menghasilkan 800 kilogram kertas baru. Jika membuat kertas 
baru
> dari batang pohon, diperlukan 20 batang pohon berusia 20-40 tahun.
> Sungguh pengorbanan yang luar biasa bagi generasi masa datang.
> 
> Kebijakan khusus
> 
> Terhadap barang-barang elektronik, sepeda bekas, dan furniture 
rusak,
> Pemerintah Kota Taipei mempunyai kebijakan khusus. Semua barang ini
> dikumpulkan di satu tempat, lalu diperbaiki oleh tukang-tukang yang
> sangat terampil. Barang yang sudah diperbaiki dan dicat ulang lalu
> dijual lagi di tempat pelelangan dengan harga yang murah. Cara 
seperti
> ini sangat membantu masyarakat kalangan bawah karena mereka bisa
> mendapatkan barang yang baik dengan harga terjangkau.
> 
> Dari tempat pembakaran insinerator, debu dan endapan pembakaran 
juga
> masih menjadi persoalan. Semula sisa pembakaran ini hanya dikubur.
> Namun, lama-kelamaan sisa pembakaran ini makin lama makin banyak.
> Lahan yang disiapkan untuk mengubur sisa pembakaran tidak lagi 
mencukupi.
> 
> Akhirnya pada tahun 2005 Pemerintah Kota Taipei memutuskan memakai
> sisa pembakaran ini sebagai penutup galian infrastruktur kota dan 
juga
> urukan lahan pembangunan. Bahkan, saat ini pemerintah kota sedang
> membuat penelitian intensif untuk mengubah sisa pembakaran menjadi 
semen.
> 
> Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan kota-kota lain bisa mencontoh
> Pemerintah Kota Taipei mengubah sampah menjadi emas. Dengan 
demikian,
> tidak akan ada lagi tumpukan sampah yang menggunung sehingga 
membuat
> pemulung-pemulung tewas karena tertimpa sampah seperti terjadi di
> Bandung, Jawa barat, beberapa waktu lalu. (M Clara Wresti)
>


Kirim email ke