Salam,
Persoalannya lain.Jadi ada 2 kejadian.
Batlayon Mataram  dengan komando Letkol Suharto, berada di Makassar barangkali 
hanya satu bulan dan cepat pulang ke Jawa setelah Andi Aziz menyerah.Anak buah 
Suharto tidak sempat mengurus mobil selundupan di pelabuhan Makassar apalagi 
waktu itu tahun 1950. Tetapi Kol.Kawilarang sudah Panglima TT VII.
Barangkali waktu  Suharto sudah menjadi Panglima Mandala, ia menempeleng Letnan 
Parman yang hendak mencegah anak buahnya menyelundupkan mobil masuk pelabuhan 
Semarang.
Wasalam,
Wal Suparmo




--- Pada Sen, 6/10/08, Rakai Pikatan <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Dari: Rakai Pikatan <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Yani Tempeleng Harto G30S (Seri I)
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 6 Oktober, 2008, 2:33 PM






Mungkinkah ceritanya kebalik Pak Wal?

Bukan Suharto yang ditempeleng tapi dia yang menempeleng bawahan AE Kawilarang. 
Setidaknya itu yang diakui oleh Kawilarang saat diwawancara oleh majalah TEMPO, 
setahun sebelum ia wafat (maaf edisi persisnya saya lupa, dengan keyword yang 
pas mungkin masih bisa digoogling). Yang ditempeleng Suharto adalah Letnan 
Parman, Komandan Pelabuhan Makassar yang melarang anak buah Suharto membawa 
mobil-mobil yang belum lunas pembayarannya. Suharto yang marah, lalu 
menempelengnya. (Mobilnya sendiri akhirnya ditalangi pembayarannya oleh AE 
Kawilarang).

Sebuah blog pernah menulis hal tersebut: <A HREF="http://anusapati. 
com/?p=33"></A>

salam
Rapik



Kirim email ke