Mas Ridwan Jangan Bang Mula saja yang diundang, dan kebetulan tanggal-tanggal itu aku lagi ada disana. Tolong di assist dong
Ilmi 2008/10/3 m.ridwan ridwan <[EMAIL PROTECTED]> > DIGEST: > Memang benar perlu pemahaman yang jelas terhadap pengertian demokrasi, > pluralisme dan liberalisme dan bagaimana menghubungkannya. Liberalisme > sebenarnya sudah merupakan hal biasa bagi indonesia karena indonesia sudah > makan garam sejak imperialisme eropa maupun kedatangan orang-orang asia: > arab, china, india dan lain-lainnya. Hanya yang menjadi pertanyaan sekarang > apakah kita mengunakan demokrasi liberalisme islam, demokrasi liberasme > eropa atau demokrasi liberalisme asia islam. Maksudnya, manusia indonesia > dapat memahami dengan jelas perjalanan bangsa indonesia. Bukan seperti > ketika terjadinya negara indonesia serikat tapi lebih mengarah kepada konsep > yang ditawarkan oleh Natsir........ yaitu NKRI. Jika masa lalu dikenal > perundingan Indonesia - Belanda, kenapa saat sekarang tidak dilakukan > pertemuan yang sifatnya lebih mengarah kepada FOKUS DPL (baca: Demokrasi, > Pluralisme, Liberlisme) meskipun di Gowa Sulsel akan diadakan KERATON > NUSANTARA di tanggal > 13,14, 15 Oktober 2008 seperti yang terjadi di Jogya pada tahun 1950, yang > mengumpulkan Raja-raja Regional se-Nusantara. Kalau Mula Harahap tidak > keberatan, silahkan datang mengunjungi Makassar-Gowa Sulsel untuk meliput > kegiatan tersebut sekaligus anda akan tahu bahwa di Sulsel juga ada orang > batak HARAHAP yang nyasar, bahkan termasuk pejuang di Sulsel.
